Cari

Daerah

Dinas Perikanan Aceh Singkil Akui Bantuan Pendingin Ikan Belum Merata

Erwinsyah Putra, Kadis Perikanan Aceh Singkil lDok.Istimewa
Erwinsyah Putra, Kadis Perikanan Aceh Singkil lDok.Istimewa

ACEH SINGKIL — Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Singkil mengakui penyaluran bantuan alat pendingin ikan belum menjangkau seluruh pelaku usaha yang membutuhkan.

Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program serupa ke depan dapat berjalan lebih baik dan merata.

Kepala Dinas Perikanan Aceh Singkil, Erwinsyah Putra, menyampaikan permohonan maaf atas keluhan pedagang ikan keliling yang mengaku belum menerima bantuan tersebut.

Baca Juga: Dinas Perikanan Aceh Singkil Salurkan Bantuan Alat Tangkap Kepada 621 Nelayan

“Pertama, tentu kami menyadari bahwa dalam setiap pekerjaan tidak ada yang sempurna. Untuk itu, kami meminta maaf,” kata Erwinsyah, Kamis (29/10/2026).

Ia mengatakan pihaknya perlu mengetahui identitas dan domisili Mulyadi, pedagang ikan keliling yang menyampaikan keluhan, guna menelusuri penyebab yang bersangkutan belum mendapatkan bantuan.

Erwinsyah juga mengakui jumlah bantuan yang disalurkan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pelaku usaha yang membutuhkan.

Baca Juga: Produksi Perikanan Tangkap di Aceh Singkil Alami Peningkatan

“Kami menyadari bahwa jumlah yang dibagikan lebih sedikit dari yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut dia, meskipun program bantuan tersebut merupakan kegiatan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Singkil tetap memiliki tanggung jawab secara moral dan kewilayahan.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi pihak terkait untuk mengevaluasi pelaksanaan program, termasuk pendataan penerima, sehingga bantuan serupa ke depan dapat disalurkan secara lebih baik dan merata.

Baca Juga: Cegah Ilegal Fishing, Pemkab Aceh Singkil Akan Bangun Mercusuar di Perairan Empat Pulau Batas Aceh–Sumut

Sebelumnya, Mulyadi, pedagang ikan keliling di Kabupaten Aceh Singkil, mempertanyakan penyaluran bantuan alat pendingin ikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

Ia mengaku belum menerima bantuan tersebut meskipun merasa sangat membutuhkannya untuk menunjang usaha sehari-hari.

Mulyadi mengatakan alat pendingin berperan penting dalam menjaga kualitas ikan yang dijualnya dari desa ke desa.

Baca Juga: Nelayan Aceh Singkil Tolak Pengalihan 4 Pulau ke Sumatera Utara

Tanpa alat tersebut, ikan lebih cepat mengalami penurunan kualitas, terutama saat cuaca panas.

“Kalau tidak ada pendingin, ikan cepat rusak. Kadang tidak habis terjual dan akhirnya membusuk. Itu tentu membuat kami rugi,” kata Mulyadi.

Ia mengaku telah bertahun-tahun menjalani usaha sebagai pedagang ikan keliling.

Karena itu, ia berharap dapat menjadi salah satu penerima ketika mengetahui adanya program bantuan alat pendingin ikan.

Mulyadi juga meminta pemerintah memastikan program bantuan menyasar pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan.

Ia berharap kriteria dan mekanisme penetapan penerima disampaikan secara transparan agar masyarakat memahami proses penyalurannya.

Keluhan tersebut menjadi perhatian terkait pemerataan bantuan bagi pelaku usaha perikanan rakyat di Aceh Singkil.

Share

Komentar

Belum ada komentar.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Live Musik Non-Stop