Cari

Hukum

1,2 Ton Sabu Cair Ditemukan di Pidie, Jejak Jaringan Internasional Terbongkar

Irjen Pol Ruddi Setiawan, Kapolda Aceh saat di lokasi pengungkapan laboratorium narkotika di Desa Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Jumat, 23 Oktober 2026. lDok.Humas Polda Aceh
Irjen Pol Ruddi Setiawan, Kapolda Aceh saat di lokasi pengungkapan laboratorium narkotika di Desa Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Jumat, 23 Oktober 2026. lDok.Humas Polda Aceh

SIGLI – Sebanyak 1,2 ton sabu cair ditemukan dalam pengungkapan laboratorium narkotika jaringan internasional di Kabupaten Pidie, Aceh. Polisi menangkap 11 tersangka dalam operasi yang menyasar lima lokasi.

Informasi ini diperoleh berdasarkan siaran pers dari Humas Polda Aceh, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan selama beberapa bulan.

Kasus ini bermula dari pengungkapan penyelundupan 2,6 ton sabu cair di perairan Batam.

Baca Juga: Polres Aceh Singkil Ringkus Pengedar Sabu Asal Tapteng

Jaringan tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah negara, termasuk Myanmar, Thailand, dan Malaysia.

Menurut Ruddi, informasi dari anak buah kapal yang diamankan dalam kasus di Batam kemudian mengarahkan tim penyidik ke jaringan yang diduga beroperasi di Aceh.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap anak buah kapal yang diamankan, diperoleh informasi bahwa masih terdapat jaringan lain yang beroperasi di Indonesia,” kata Ruddi di lokasi pengungkapan laboratorium narkotika di Desa Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca Juga: Polres Aceh Singkil Bongkar 18 Kasus Narkoba Sepanjang 2025

Sabu cair yang ditemukan disebut berasal dari Thailand dan direncanakan dibawa ke Aceh menggunakan kapal Ocean Kardon.

Pengiriman diduga dilakukan melalui skema ship-to-ship atau pemindahan muatan antarkapal di laut.

Penyelidikan kemudian mengarah kepada dua warga negara Cina yang datang ke Banda Aceh pada Mei 2026. Keduanya diduga melakukan survei untuk mencari lokasi yang akan dijadikan laboratorium narkotika rahasia.

Baca Juga: Bawa Sabu dan Ekstasi dari Medan, Dua Mahasiswa Asal Aceh Singkil Ditangkap Polisi

Pada pertengahan Oktober, jaringan tersebut kembali bergerak. Dua warga Indonesia berangkat ke Malaysia untuk menjemput kedua warga negara Cina tersebut.

Setelah tiba di Aceh, mereka mulai mencari lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat produksi narkotika.

Keberadaan laboratorium mulai terdeteksi pada 19 Oktober. Sehari kemudian, tim gabungan bergerak dan membongkar laboratorium tersebut.

Baca Juga: Bawa Sabu, Karyawan Swasta di Aceh Singkil Ditangkap Polisi

Sebanyak 11 orang ditangkap, terdiri atas sembilan warga negara Indonesia asal Aceh dan dua warga negara Cina berinisial LJ dan XM.

Selain menangkap para tersangka, petugas menyita 1,2 ton sabu cair yang disebut siap diolah dan didistribusikan.

Ruddi menegaskan tidak ada kompromi dalam pemberantasan narkotika. Ia meminta seluruh pihak, termasuk kepala desa atau geuchik, segera melaporkan aktivitas yang mencurigakan.

“Kalau ada rumah kosong atau gudang kosong yang agak janggal, informasikan. Kita pastikan akan cek,” ujarnya.

Menurut Ruddi, keterlibatan masyarakat penting untuk mencegah Aceh menjadi tempat operasi jaringan narkotika internasional.

“Kita pastikan wilayah Aceh ini aman dan bisa zero narkoba,” kata dia.

Share

Komentar

Belum ada komentar.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Live Musik Non-Stop