You are currently viewing Berkas Dua Tersangka Korupsi Kasus Kapal Singkil-3 Dilimpahkan Ke Pengadilan Tipikor

Berkas Dua Tersangka Korupsi Kasus Kapal Singkil-3 Dilimpahkan Ke Pengadilan Tipikor

Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Aceh Singkil melimpahkan berkas perkara eks Kadis Perhubungan Aceh Singkil, EH dan Direktur CV. DEWI SHINTA, T ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

EH dan T merupakan dua dari sembilan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi kapal Singkil 3 pada Dinas Perhubungan Aceh Singkil tahun 2018.

“Pelimpahan berkas tersangka T pada hari Kamis 18 Agustus dan tersangka EH pada 19 Agustus 2022 melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Rahmad Syahroni Rambe dan Staf,” kata Kajari Aceh Singkil, Muhamad Husaini melalui Kasi Intel Budi Febriandi, Jumat 19 Agustus 2022.

Budi mengatakan pelimpahan dilakukan setelah berkas dua tersangka tersebut dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum. 

Dijelaskannya, bahwa pada tahun 2018 Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil mendapat kegiatan Pengadaan Kapal Penumpang dengan sumber dana berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 Nomor: SPK:600/07.2/PA-HUB/DAK/2018 tanggal SPK 18 Juli 2018 dengan nilai pekerjaan sebesar  Rp. 1.186.773.000.

Dan yang menjadi pelaksana pengadaan kapal penumpang tersebut adalah CV. DEWI SHINTA yang beralamat di Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.

Dalam pelaksanaannya CV. DEWI SHINTA mendapatkan dukungan dari perusahaan PT. MAJU BANGKIT INDONESIA GROUP yang beralamat di Surabaya dimana kapal tersebut dibuat di galangan kapal PT. MAJU BANGKIT INDONESIA GROUP cabang Kendari, Sulawesi Tenggara.

Adapun pembayaran terhadap kapal tersebut telah dilakukan dengan jumlah sebesar Rp1.056.767.423,- kepada Penyedia Jasa (CV. DEWI SHINTA) setelah dipotong PPN, PPH dan Infaq.

Selanjutnya kapal tersebut telah diserah terimakan pada Jumat 7 Desember 2018. Kapal tersebut dari awal serah terima sampai saat ini tidak pernah dipergunakan dan dalam keadaan rusak dan tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

Akibat perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp354.767.413,00 sesuai dengan Laporan Hasil Audit Badan pengawasan keuangan dan pembangunan perwakilan Aceh tanggal 25 April 2022. 

Terhadap EH dan T diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) KUHPidana. 

Tersangka T merupakan Direktur CV. DEWI SHINTA selaku Penyedia Jasa pada Pengadaan Kapal Penumpang Singkil-3. Sedangkan EH merupakan mantan Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil. Sementara berkas tujuh tersangka lainnya dari Pokja ULP Setdakab yakni M, HJ, AD, MS, HF, AP dan EL akan menyusul setelah dinyatakan lengkap.

Share

Tinggalkan Balasan