You are currently viewing Bupati Aceh Singkil Cabut Status KLB Malaria di Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat

Bupati Aceh Singkil Cabut Status KLB Malaria di Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat

  • Post author:
  • Post category:Daerah
  • Post comments:0 Comments

ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil menetapkan pencabutan status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di Kecamatan Pulau Banyak dan Kecamatan Pulau Banyak Barat.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Aceh Singkil Nomor 400.7.7.1/38/2026 tentang Pencabutan Status Kejadian Luar Biasa Malaria.

Dalam beleid yang ditetapkan di Singkil pada 18 Februari 2026 itu, bupati menyatakan status KLB dicabut setelah situasi dinilai terkendali.

Sebelumnya, penetapan KLB dilakukan menyusul ditemukannya kasus penularan setempat (indigenous) malaria di wilayah tersebut.

Pertimbangan pencabutan merujuk pada surat Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil tertanggal 9 Februari 2026 serta ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Malaria.

Dalam aturan tersebut, KLB dinyatakan selesai apabila dalam dua kali masa inkubasi tidak ditemukan kasus penularan setempat.

Dalam keputusan itu disebutkan, kasus positif terakhir tercatat lebih dari 100 hari sejak 14 Oktober 2025.

Dengan tidak adanya tambahan kasus indigenous, pemerintah daerah menyatakan status KLB dapat dicabut dan upaya eliminasi tetap dilanjutkan.

Bupati juga menginstruksikan perangkat daerah yang membidangi kesehatan untuk tetap melakukan langkah penanggulangan terhadap tersangka maupun penderita sesuai tata laksana kasus.

Selain itu, pencegahan dan pengendalian penyebaran dilakukan dengan memutus mata rantai penularan.

Dengan berlakunya keputusan ini, maka Keputusan Bupati Aceh Singkil Nomor 164 Tahun 2024 tentang Penetapan Situasi Kejadian Luar Biasa Malaria di Kecamatan Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menegaskan akan tetap meningkatkan kewaspadaan dini guna mencegah munculnya kembali kasus malaria di wilayah kepulauan tersebut.

Share

Tinggalkan Balasan