Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Penjabat Bupati Aceh Singkil Marthunis meresmikan Ruang Kelas Belajar (RKB) Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Darur Rasyid di Desa Silatong, Selasa, 10 Januari 2023.
Turut mendampingi Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rasyid, Rasyid Bancin, Kepala SMP IT Darur Rasyid, Andika Novriadi, Jajaran Pengurus Pondok Pesantren, Staf Pengajar, Bupati Aceh Singkil Periode 2017 – 2022, Dulmusrid, Anggota DPRK, Kepala Dinas Pendidikan, Khalilullah, Kepala SKPK, Camat Simpang Kanan, Unsur Muspika, Tokoh Masyarakat dan Ulama Kecamatan Simpang Kanan.
Kepala Sekolah SMP IT Darur Rasyid, Andika Novriadi dalam laporannya menyampaikan beberapa hal terkait pembangunan empat RKB ini.
“SMP IT Darur Rasyid ini berdiri 09 Februari 2020, dan beroperasi 07 Juli 2020. Jumlah murid sampai saat ini 247 siswa/siswi yang datang dari berbagai Kecamatan di Aceh Singkil, Subulussalam, Dairi, Phakpak Bharat dan juga Kabupaten Tapanuli Tengah,” terangnya.
“Kemudian ada 8 Rombongan Belajar (Rombel) dengan 3 RKB yang tersedia. Dengan peresmian 4 RKB yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) ini, maka sekarang SMP IT Darur Rasyid sudah memiliki 7 RKB, berarti tinggal 1 rombel lagi yg belum memiliki RKB,” lanjutnya.
Lebih jauh beliau menyampaikan status SMP IT Darur Rasyid ini.
“Untuk diketahui bahwa SMP Darur Rasyid satu-satunya Sekolah Islam Terpadu di Aceh Singkil yang memiliki sertifikat dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) dengan Nomor Sertifikat: 2673/SA/JSIT/IX?2020 dengan Nomor keanggotaan : 1.11.02.03.001,” lanjutnya.
Sementara itu pimpinan Pondok Pesantren Darur Rasyid, Rasyid Bancin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil atas bantuan dan perhatiannya terhadap perkembangan dan kemajuan Darur Rasyid,” imbuhnya selaku pendiri Pesantren Darur Rasyid ini.
Penjabat Bupati Marthunis dalam sambutannya mengatakan pujian untuk rekanan atau kontraktor yang membangun Ruang Kelas Belajar ini.
“Kita harus berikan apresiasi untuk rekanan yang membangun Ruang Kelas Belajar ini, walaupun pembangunannya baru dimulai pada bulan Agustus, sudah memasuki akhir tahun 2022, namun hasilnya lebih dari yang kita harapkan,” ujar Marthunis.
Ia melanjutkan tentang latar belakang pendidikan beliau sejak SD sampai SMA yang semuanya ditempuh di sekolah pendidikan agama Islam.
“Saya berada disini, seperti kembali ke habitat. Anak saya juga sekolah di SMP Islam Terpadu, bahkan pendidikan saya sejak SD sampai dengan SMA saya tempuh juga di Sekolah Pendidikan Agama Islam. Basic saya dari Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah yang dulu belum ada SMP Islam terpadu ini,” terangnya.
Marthunis juga memberi semangat kepada para siswa SMP IT Darul Rasyid dalam menimba ilmu. Dirinya juga mengutip sebuah Hadist yang artinya;
“Ketika seorang manusia meninggal dunia, maka amalannya terputus kecuali tiga hal, yaitu: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfa’at, dan anak shaleh yang senantiasa mendo’akan orang tuanya (HR. Muslim),”
Disebutkannya konsep pembangunan berkelanjutan mempunyai tiga unsur yaitu yang pertama, infrastruktur (sadaqah jariyah). Kedua, butuh inovasi dan kreasi (ilmu yang bermanfaat), dan ketiga, sumber daya manusia yang berkualitas ( anak yang shaleh).
Marthunis turut mengajak semua komponen masyarakat untuk mengambil inspirasi dari hadist nabi tersebut untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan di Aceh Singkil. (Prokopim)