You are currently viewing BMA Salurkan Bantuan Pemberdayaan Ekonomi untuk 3.034 Warga Aceh Singkil
Kepala BMA bersama Pj Bupati Aceh Singkil menyalurkan bantuan

BMA Salurkan Bantuan Pemberdayaan Ekonomi untuk 3.034 Warga Aceh Singkil

Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Baitul Mal Aceh menyerahkan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada 3.034 penerima manfaat di Kabupaten Aceh Singkil.

“Bantuan ini merupakan program BMA yang diperuntukkan bagi usaha individu dan kelompok,” kata Kepala Sekretariat BMA, Rahmad di Aceh Singkil, Kamis 12 Januari 2023.

Bantuan usaha untuk individu disalurkan di lima besar kabupaten termiskin di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Singkil. Sedangkan bantuan usaha untuk kelompok disalurkan disseluruh Aceh.

Ia menyebutkan BMA menganggarkan dana dari sumber infak tahun 2022 sebesar Rp 18.887.860.000 dengan rincian berbasis individu sebesar Rp 18.247.860.000 yang disalurkan kepada 3.034 penerima manfaat.

Sedangkan berbasis kelompok berjumlah Rp 630.000.000 yang disalurkan kepada 7 usaha kelompok yang terdiri dari 3 gampong, 2 dayah dan 2 KUBE.

Menurut dia dengan adanya pemberian bantuan tersebut dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Singkil.

Rahmad mengatakan bantuan tersebut juga digunakan untuk meningkatkan usaha untuk keperluan konsumtif.

“Bantuan yang disalurkan ini hendaknya dapat dikawal bersama-sama, kita lakukan pendampingan agar pemanfaatannya betul-betul tepat sasaran,” kata Rahmad.

Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut juga dihadiri Penjabat Bupati Aceh Singkil, Marthunis dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Singkil, Azma Syahputri dan Kepala Baitul Mal Aceh Singkil, Muhamad Syarifudin.

Penjabat Bupati Aceh Singkil, Marthunis menyebut penyaluran bantuan infaq kepada mustahik ini sebagai sebuah majelis yang dirahmati oleh Allah SWT.

Berdasarkan data statistik jumlah penduduk miskin di Aceh Singkil lebih kurang 24.000 jiwa. Jika dari 3.034 penerima manfaat berhasil, anggap saja satu keluarga ada 4 anggota keluarga maka jumlah angka kemiskinan yang turun di Aceh Singkil mencapat angka 12.000 lebih.

Sehingga terjadi transformasi, dari yang pada hari ini sebagai mustahiq, nantinya akan berganti menjadi muzakki atau orang yang menunaikan zakat.

Merespon permohonan Kepala Sekretariat BMA agar penyaluran bantuan dikawal, Marthunis mengajak semua stake holder terkait untuk melakukan pendampingan, karena ini adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan bantuan ini dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

“Saya instruksikan seluruh stake holder terkait untuk melakukan pendampingan, dan salah satu cara untuk memastikan ini bisa berhasil. Terkait bantuan individu, diharapkan peran keuchik untuk ikut memonitor mustahiq di masing-masing kampungnya,”

Terhadap Baitul Mal Aceh Singkil dan semua kepala SKPK, Marthunis mengingatkan bahwa penerima manfaat ini adalah binaan pemerintah. Maka dari itu menjadi kewajiban kita untuk mendampinginya.

“Oleh karena itu komunikasi harus terus dibangun antar SKPK terkait sehingga dengan bantuan ini akan ada perbaikan kesejahteraan dan ekonomi untuk masyarakat,” demikian Marthunis.

Share

Tinggalkan Balasan