Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Blok migas Singkil mulai digarap oleh perusahaan asal Singapura, Conrad Asia Energy.
Hal ini diungkapkan Penjabat Bupati Aceh Singkil, Marthunis saat konferensi pers di Ofroom Kantor Bupati, Rabu, 11 Januari 2023.
“Semestinya sudah mulai. Kami menunggu mereka datang ke Singkil,” kata Marthunis.
Ia mengatakan Blok Migas Singkil akan masuk dalam proses eksplorasi atau sedang dalam pencarian titik lokasi, yang diperkirakan akan memakan waktu sampai 3 tahun.
Proses eksplorasi akan dilakukan disepanjang perairan lepas pantai 12 mil mulai dari Aceh Singkil hingga ke Aceh Selatan dengan luas area 10.000 km2.
“Ini tergantung dimana dapat migasnya. Tentunya kalau di Singkil, kita akan dapat lebih banyak bagi-baginya,” katanya.
Potensi migas di Blok Singkil 1,4 milyar barrel dan 8,6 TCF (trilyun cubic feet). Sebagai perbandingan, di Arun potensi migasnya 16 TCF. “Kalau memang terbukti, tapi ini masih potensi,” ungkapnya.
Marthunis mengatakan tipe kontraknya cost recovery, yakni setelah dipotong ongkos produksi, baru akan dibagi hasilnya.
Presentase pembagiannya untuk minyak, 60 persen untuk pemerintah dan 40 persen untuk perusahaan.
Sementara untuk gas, 55 persen untuk pemerintah dan 45 persen untuk perusahaan. Dalam hal ini, pemerintah adalah Pemerintah Indonesia.
Sementara untuk pembagian hasil dengan pemerintah daerah adalah 70 untuk Pemerintah Aceh dan 30 persen Pemerintah Indonesia.
“Bagi-bagi 70 dan 30 persennya dari 60 persen bagian Pemerintah Indonesia. Nah di Aceh akan bagi lagi untuk kabupaten, jadi tidak semua 70 persen masuk ke Kabupaten Aceh Singkil tapi akan ada hitung-hitungannya lagi,”
Marthunis mengatakan proses eksplorasi bisa mencapai 10 tahun lamanya. Namun Ia berharap proses eksplorasi migas Blok Singkil dapat dilakukan dalam tiga tahun dan belum melakukan produksi. Untuk itu masyarakat jangan heboh dulu.
Dalam mendukung proses eksplorasi, Pemkab Aceh Singkil siap memfasilitasi perusahaan seperti pendampingan dan lainnya.
Ia mengingatkan dalam hal ini jangan mengambil keuntungan yang lebih besar dan mempersulit mereka, akhirnya malah perusahaan tidak jadi melakukan eksplorasi.
“Tujuan fasilitasi adalah membuat mereka nyaman dalam mencari migasnya dan dapat,”
Kemudian, Pemkab juga akan mencari dan menyiapkan tenaga muda Aceh Singkil yang sekolah di bidang geologi. Tidak hanya itu saja, perusahaan akan membutuhkan vendor. Pemkab juga akan mempersiapkannya.
“Saya sudah minta ke Badan Pengelola Migas Aceh untuk menuliskan kompetensi apa saja yang dibutuhkan di masing-masing proses itu, kita akan coba sediakan itu,” ungkapnya.
Marthunis berharap hal ini dapat menjadi peluang bagi Aceh Singkil untuk bisa cepat lepas landas dari kemiskinan. Maka dari itu buat nyaman mereka untuk berinvestasi di Aceh Singkil sehingga dapat berkelanjutan. (Hab)