ACEH SINGKIL — Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mengevaluasi penanganan pascabencana hidrometeorologi di daerah itu. Evaluasi digelar di Op-Room Kantor Bupati Aceh Singkil, Rabu, 7 Oktober 2026.
Rapat membahas perkembangan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang dibiayai melalui empat sumber anggaran.
Keempatnya yakni Tambahan Transfer ke Daerah (TKD), Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Sumatera Barat, tambahan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui proyek kementerian dan lembaga.
Baca Juga: Rapat Pemkab Aceh Singkil-Satgas PRR
Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) mempercepat pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggung jawab masing-masing.
Ia meminta program yang telah direncanakan dan didukung anggaran tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Setiap kendala, kata dia, harus segera dikoordinasikan agar pelaksanaan tidak berjalan lambat.
Baca Juga: Pemkab Aceh Singkil Ikuti Rakor Satgas PRR, Mitigasi Banjir Dibahas
“Setiap progres harus dikawal, setiap kendala segera dikoordinasikan, sehingga program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana,” kata Safriadi.
Tim Pelaksana Satgas PRR Pascabencana Alam wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dipimpin Dr. Drs. Imran.
Ia mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan program pemulihan berjalan sesuai target.
Baca Juga: Tiga Jembatan Pascabencana di Aceh Singkil Jadi Pekerjaan Mendesak Pemerintah
Menurut Imran, evaluasi juga menjadi forum untuk mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan sekaligus menentukan langkah tindak lanjut.
“Jika ada kendala, kita identifikasi bersama dan segera mencari solusi, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Aceh Singkil Edy Widodo, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Junaidi, Inspektur Inspektorat Fajri Syamsul, sejumlah kepala SKPK, Kabag Administrasi Pembangunan Syahrial, serta staf teknis dan administrasi keuangan.
Oyon mengatakan pemulihan pascabencana membutuhkan koordinasi lintas instansi.
Ia berharap seluruh program dapat diselesaikan sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat terdampak.
“Yang paling penting, masyarakat harus merasakan hadirnya pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana,” kata dia.

Komentar
Belum ada komentar.