ACEH SINGKIL — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil mengalami kenaikan dalam dua hari terakhir.
Kenaikan harga ini terjadi di tengah kondisi produksi buah sawit di tingkat petani yang mulai mengalami penurunan atau memasuki masa “trek”.
Berdasarkan data di tingkat pengepul atau RAM, harga beli TBS sawit saat ini tercatat menyentuh angka Rp 2.850 per kilogram.
Baca Juga: Ratusan Petani Sawit Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS di Medan
Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp 50 dibanding harga sebelumnya yang berada di level Rp 2.800 per kilogram.
Pegepul sawit UD RAM Maya Sari di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Mukhlisin, mengonfirmasi tren kenaikan harga tersebut. Menurutnya, penyesuaian harga TBS sudah berlangsung sejak dua hari lalu.
“Untuk saat ini harga TBS di tingkat RAM sudah naik menjadi Rp 2.850 per kilogram dari sebelumnya Rp 2.800 per kilogram. Kenaikan ini sudah berlaku sejak dua hari terakhir,” ujar Mukhlisin, Senin (21/9/2026).
Baca Juga: Petani Pasrah, Pengepul di Aceh Singkil Tak Beli TBS Tapi Brondolan
Berbeda dengan harga TBS yang bergerak naik, harga buah brondolan justru mencatatkan tren penurunan.
Saat ini, harga brondolan turun sebesar Rp 100 per kilogram, dari yang sebelumnya Rp 3.750 per kilogram menjadi Rp 3.650 per kilogram.
Di tengah dinamika harga dan pasokan buah yang cenderung memroduksi lebih sedikit akibat masa trek, Mukhlisin mengimbau para petani sawit di Aceh Singkil untuk tetap memprioritaskan kualitas hasil panen.
Baca Juga: Janji Plasma Sawit Bupati Aceh Singkil Dipertanyakan
“Kami berpesan kepada para petani sawit agar terus menjaga kualitas buah, pastikan yang dipanen benar-benar buah yang matang sempurna,” imbaunya.
Kualitas buah yang baik dan matang sempurna dinilai sangat penting untuk menjaga rendemen minyak sawit tetap tinggi, sekaligus mempertahankan kestabilan harga beli di tingkat pengepul maupun pabrik kelapa sawit (PKS).