You are currently viewing ITB Pasang Starlink di Huntara Aceh Tamiang, Perkuat Pemulihan Kesehatan Pascabencana

ITB Pasang Starlink di Huntara Aceh Tamiang, Perkuat Pemulihan Kesehatan Pascabencana

ACEH TAMIANG — Tim Pengabdian Masyarakat DPMK Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan program Top Down-Tanggap Bencana Sumatera ke-2 di Hunian Sementara (Huntara) Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Digitalisasi untuk Pemulihan Kesehatan Pasca Bencana di Tamiang Aceh” tersebut difokuskan pada penguatan akses layanan kesehatan, literasi digital, dan pemberdayaan masyarakat terdampak bencana.

Program itu merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan ITB bagi masyarakat terdampak banjir Sumatera dengan memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.

Baca Juga: SPPG Singkil Utara Tutup Permanen, Layanan MBG untuk 1.500 Penerima Manfaat Terhenti

Kegiatan dipimpin Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, M.Si., bersama anggota tim Dr. apt. Tomi Hendrayana, M.Si. dan Dr. apt. Defri Rizaldi, M.Si.

Pelaksanaan program melibatkan Balmon Komdigi Medan dan Aceh, Puskesmas Kecamatan Sekerak yang diwakili dr. Irwan, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara melalui dr. Anggi Anggraeni, serta Pemerintah Desa Lubuk Sidup di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ibrahim.

Salah satu agenda utama kegiatan yakni penyerahan dan pemasangan satu unit Starlink di kawasan Huntara Desa Lubuk Sidup.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas internet masyarakat di lokasi hunian sementara, terutama untuk mendukung akses informasi kesehatan, komunikasi dengan tenaga medis, layanan telemedicine, pendidikan, serta berbagai layanan publik.

Baca Juga: 94 Kopdes Merah Putih Dibangun di Aceh Singkil, 23 Titik Rampung

Selain pemasangan infrastruktur digital, tim ITB memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan internet untuk kesehatan.

Materi yang diberikan antara lain DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar), swamedikasi yang aman, serta pemanfaatan layanan telemedicine.

Edukasi tersebut dinilai penting karena keterbatasan akses layanan kesehatan pascabencana dapat mendorong masyarakat melakukan penanganan secara mandiri.

Melalui literasi kesehatan dan digital, masyarakat diharapkan mampu memperoleh informasi yang tepat serta mengambil keputusan kesehatan secara lebih aman.

Baca Juga: Begini Makna Kemerdekaan Bagi Camat Gunung Meriah

Program juga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan ibu dan anak serta penguatan kapasitas kader Posyandu.

Kader kesehatan diharapkan dapat berperan sebagai penggerak layanan promotif dan preventif di tingkat masyarakat sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung koordinasi dan edukasi kesehatan di Huntara.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 60 masyarakat dan kader Posyandu dari Huntara Desa Lubuk Sidup.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITB Ilma Nugrahani mengatakan pemanfaatan teknologi yang diberikan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kami berharap fasilitas internet sederhana yang diberikan tidak berhenti sebagai bantuan infrastruktur, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan akses dan pengetahuan masyarakat terhadap informasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan berbagai aktivitas produktif,” ujarnya.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, 89 Napi Rutan Singkil Dapat Potongan Masa Hukuman

Ilma menambahkan pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan darurat, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat agar mampu bangkit dan lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

ITB berharap kolaborasi dengan Komdigi, USU, Puskesmas Sekerak, pemerintah desa, serta masyarakat dapat memperkuat model pemulihan pascabencana berbasis konektivitas digital, literasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Keberadaan Starlink di Huntara Desa Lubuk Sidup diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan kesehatan, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, komunikasi, serta aktivitas sosial dan ekonomi selama menjalani kehidupan di hunian sementara.

Share

Tinggalkan Balasan