ACEH SINGKIL – Sebanyak 60 calon siswa baru Sekolah Rakyat (SR) Aceh Singkil tahun ajaran 2026/2027 terpaksa menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat permanen Kota Subulussalam.
Keterbatasan ruang belajar dan asrama di SR rintisan Aceh Singkil menjadi penyebab pemindahan sementara tersebut.
Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Aceh Singkil, Ananda Syahputra, mengatakan hingga kini Aceh Singkil belum memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat sehingga kapasitas sekolah masih sangat terbatas.
“Daerah kita belum memiliki bangunan permanen Sekolah Rakyat. Karena itu siswa baru akan dititipkan di Sekolah Rakyat Subulussalam,” kata Ananda, Kamis, 16 Juli 2026.
Sekolah Rakyat rintisan Aceh Singkil yang berada di Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro, saat ini hanya mampu menampung sekitar 100 peserta didik yang direkrut pada tahun ajaran sebelumnya.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 27 Aceh Singkil, Ridwan, membenarkan bahwa penerimaan siswa baru tetap dilaksanakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Namun, seluruh peserta didik baru akan mengikuti proses belajar di Subulussalam karena fasilitas di Aceh Singkil belum memadai.
“Anak-anak siswa baru akan dititipkan di Subulussalam karena daya tampung Sekolah Rakyat rintisan Aceh Singkil tidak mencukupi,” ujarnya.
Menurut Ridwan, keputusan tersebut telah dibahas bersama pihak-pihak terkait sebelum pelaksanaan penerimaan peserta didik baru.
Ia menjelaskan, kapasitas Sekolah Rakyat Aceh Singkil saat ini hanya sekitar 100 siswa, terdiri atas 50 siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan 50 siswa jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
Adapun sebanyak 60 siswa baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027 terdiri dari 30 siswa jenjang SD dan 30 siswa jenjang SMP.
Penerimaan peserta didik dilakukan Kementerian Sosial melalui mekanisme penjangkauan langsung berdasarkan data By Name By Address (BNBA).
Sasaran program ini adalah anak-anak dari keluarga miskin, miskin ekstrem, serta anak putus sekolah yang masuk dalam kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Penitipan siswa ke Sekolah Rakyat permanen di Kota Subulussalam akan berlangsung hingga Aceh Singkil memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menyelenggarakan pendidikan secara mandiri.