You are currently viewing Koperasi Merah Putih di Aceh Singkil Disorot, Warga Keluhkan Minim Pelibatan

Koperasi Merah Putih di Aceh Singkil Disorot, Warga Keluhkan Minim Pelibatan

ACEH SINGKIL – Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digagas pemerintah pusat diharapkan menjadi penguat ekonomi kerakyatan di desa.

Namun, pelaksanaan pembangunan gedung koperasi di Desa Gosong Telaga Timur, Kecamatan Singkil Utara, justru menuai sorotan dari masyarakat setempat.

Warga menilai kehadiran Koperasi Merah Putih sejatinya membawa harapan besar bagi peningkatan ekonomi desa.

Program ini diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, hingga memperkuat UMKM dan semangat gotong royong masyarakat.

Gedung koperasi yang sedang dibangun bahkan disebut memiliki nilai strategis tinggi. Selain untuk kegiatan ekonomi, bangunan tersebut diharapkan menjadi pusat pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk mendukung pembangunan, aset desa berupa bangunan Posyandu juga telah disiapkan sebagai lokasi kantor koperasi.

Meski begitu, di balik apresiasi terhadap program nasional tersebut, sebagian warga mengaku kecewa dengan pola pelaksanaan pembangunan yang berjalan saat ini.

Wakil Ketua BPG Gosong Telaga Timur, Zainal Abidin Simatupang, menyebut masyarakat merasa kurang dilibatkan dalam proses pembangunan.

Padahal, kepala desa sebagai pembina koperasi dinilai seharusnya aktif melibatkan warga dalam setiap tahapan.

“Sejumlah desa lain diberi kepercayaan mengelola pembangunan secara langsung di 2026. Sementara di desa kami, masyarakat merasa hanya menjadi penonton,” ujarnya, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran soal transparansi dan potensi lokal yang tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Zainal menyebut desa memiliki tenaga ahli bangunan, tukang konstruksi, hingga penyedia material seperti pasir, tanah timbun, dan koral. Namun, potensi tersebut dinilai belum dilibatkan dalam pembangunan kantor koperasi.

Akibatnya, warga menilai kesempatan kerja lokal berkurang dan ekonomi desa tidak terdorong dari proyek tersebut.

“Aspirasi ini datang dari relung hati masyarakat agar pembangunan Koperasi Merah Putih benar-benar mencerminkan semangat koperasi yang partisipatif dan memberdayakan ekonomi lokal,” katanya.

Masyarakat berharap pembangunan ke depan dilakukan lebih profesional, transparan, dan melibatkan potensi desa secara maksimal. Mereka ingin koperasi menjadi warisan ekonomi jangka panjang sekaligus pilar kemandirian desa.

Share

Tinggalkan Balasan