ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon memberi peringatan keras kepada aparatur sipil negara (ASN) pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkup Pemkab Aceh Singkil.
Ia menyoroti rendahnya etos kerja sejumlah PPPK yang dinilai hanya hadir untuk mengisi absensi tanpa kinerja nyata.
“Saya sering dapat laporan, rata-rata PPPK masuk kantor hanya sekadar memenuhi kewajiban isi absensi pagi, siang, dan sore. Selebihnya langsung pulang tanpa kerja maksimal. Ini pelanggaran disiplin, akan kita evaluasi, atau bila perlu undur diri saja,” kata Oyon saat apel gabungan PNS, PPPK, dan kepala desa di Alun-alun Pulo Sarok, Senin (5/1/2026).
Menurut Oyon, beban anggaran daerah cukup besar untuk menggaji ribuan PPPK setiap bulan. Karena itu, ia menegaskan tidak ingin anggaran negara habis tanpa diiringi kinerja dan inovasi.
“Coba pikirkan, berapa ribu PPPK yang harus kita gaji setiap bulan tanpa ada kerja dan inovasi. Kalau begini, silakan undur diri saja daripada menjadi beban negara,” tegasnya.
Oyon menyebut, berbeda dengan sejumlah daerah lain yang kerap mengalami keterlambatan pembayaran gaji PPPK, Aceh Singkil selama ini rutin membayarkan gaji setiap bulan.
Namun, kelancaran itu harus diimbangi dengan kinerja yang jelas.
“Kami tidak ingin gaji lancar dibayar setiap bulan, sementara kinerja ke daerah tidak ada,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, PPPK yang tidak menunjukkan kinerja layak sebenarnya mudah dievaluasi karena statusnya berbasis kontrak.
“Mereka kan kontrak, tinggal batalkan saja kontraknya,” ancam Oyon.
Lebih lanjut, Oyon menegaskan Aceh Singkil tidak membutuhkan ASN PPPK yang hanya menghitung jam kerja dan menuntut hak tanpa menjalankan kewajiban.
Ia juga melarang ruang kerja dijadikan tempat mengobrol saat jam dinas.
“Jangan ada saya dengar lagi ruang kerja dijadikan ajang ngerumpi,” katanya.
Kepada para kepala desa, Oyon meminta agar kantor desa dibuka setiap hari selama jam kerja demi memaksimalkan pelayanan masyarakat.
“Jangan sampai saya dengar kantor desa tutup di saat jam kerja,” ujarnya.
Menatap 2026, Oyon berharap seluruh elemen pemerintahan lebih solid membangun daerah, terutama pasca bencana banjir dan longsor.
“Kita harus lebih kompak dan bersatu membangun daerah pasca bencana,” ucapnya.
Terkait adanya oknum PPPK yang merangkap sebagai jurnalis, Oyon menegaskan akan mengambil tindakan.
“Harus ada pilihan, menjadi PPPK atau wartawan, tidak boleh rangkap,” katanya.
Di akhir arahannya, Oyon juga menyampaikan rencana pembagian seragam sekolah untuk siswa TK, PAUD, SD, dan SMP se-Aceh Singkil.
Ia meminta para kepala desa ikut mengawasi agar bantuan tepat sasaran, khususnya bagi siswa terdampak banjir dan keluarga kurang mampu.