ACEH SINGKIL – Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Singkil mengecam Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang dinilai tidak serius menangani ribuan warga terdampak banjir.
Kritikan itu disampaikan Ketua KPA Wilayah Singkil, Sarbaini (Agam), saat bertemu dengan para pengungsi di Perumahan BRR, Singkil, Jumat (28/11/2025).
Sarbaini mengatakan banjir besar yang melanda Kecamatan Singkil sudah sangat memprihatinkan.
Akses menuju ibu kota kabupaten terputus total, sementara banyak rumah warga terendam hingga mencapai atap. Kondisi itu memaksa ribuan jiwa mengungsi.
Meski status darurat bencana telah ditetapkan pemerintah provinsi dan kabupaten, Sarbaini menyebut penanganannya jauh dari optimal.
“Penetapan status darurat bencana ini hanya seperti cuci mulut. Sudah tiga hari masyarakat mengungsi, tapi tidak ada posko yang berdiri untuk menyediakan makanan, air bersih, dan kebutuhan mendesak lainnya,” tegasnya.
Menurutnya, selama tiga hari terakhir banyak pengungsi kekurangan bahan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Ia menilai lambatnya respons pemerintah menunjukkan ketidakpekaan terhadap kondisi warga yang terdampak.
“Kami mempertanyakan kenapa penanganannya sangat lambat. Pemerintah tidak boleh berhitung untung rugi ketika lebih dari 13 ribu jiwa terdampak dan sangat membutuhkan makanan, air bersih, serta obat-obatan,” ujarnya.
KPA meminta Pemkab Aceh Singkil segera mempercepat distribusi bantuan dan membuka posko layanan darurat untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi yang tersebar di berbagai titik.