You are currently viewing Kejari Aceh Singkil Komitmen Turunkan Angka Stunting

Kejari Aceh Singkil Komitmen Turunkan Angka Stunting

Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil berkomitmen turut membantu menurunkan stunting di wilayahnya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kejari Muhamad Husaini saat melakukan talkshaw radio bertajuk “Adhyaksa Peduli Stunting” di Radio Xtra-FM, Rabu 6 Juli 2022.

Penanganan stunting sebagai salah satu program nasional. Presiden Jokowi menarget pada 2024, presentase angka stunting harus sudah 14 persen.

Kejari menyebut, presentase stunting di Kabupaten Aceh Singkil saat ini berada di angka 26 persen. Sehingga memiliki rentang waktu dua tahun untuk mencapai target nasional.

“Kami dari Kejaksaan merasa ikut terpanggil dan mengambil peran bahwa tidak hanya melakukan penegakan hukum tapi mensupport kepedulian terhadap masyarakat yakni stunting,”

Stunting erat kaitannya dengan sumber daya manusia (SDM). Ketika angka stunting tinggi maka akan berpengaruh terhadap rendahnya SDM.

“Dengan dilakukan pencegahan stunting, maka SDM semakin bagus, semakin cerdas, pintar dan hebat,”

Diharapkan dengan tidak ada stunting, dengan SDM yang hebat maka generasi muda Aceh Singkil dapat masuk ke semua lini, bisa jadi jaksa, polisi, hakim, pejabat atau kepala puskesmas. Hal ini dapat terjadi ketika memiliki SDM yang bagus.

Atas dasar itu, Kejaksaan berkomitmen untuk menurunkan 12 persen angka stunting dalam tempo dua tahun, dari 26 persen menjadi 14 persen.

“Kalau ini tidak digerakkan, tidak diberi motivasi, kalau kejaksaan tidak berperan ada kekhawatiran target program nasional itu tidak tercapai,”

Sebagai langkah awal “Adhyaksa Peduli Stunting”, Kejari bekerja sama dengan Puskesmas Singkil Utara. Kemudian Dinas Kesehatan dan semua stakeholder.

“Ada 81 anak stunting di Kecamatan Singkil Utara, ini cukup tinggi. Belum lagi kecamatan lain, Gunung Meriah misalnya. Jadi kita awali dari Singkil Utara lalu ke kecamatan lain,”

Husaini menambahkan, pada 19-20 Juli mendapat bakal membuat gerakan “Gema Ceting” atau gerakan bersama cegah stunting.

Sementara Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Aceh Singkil, Puput Husaini mengatakan, target jangka pendek dalam menurunkan stunting, support pemberian makanan tambahan baik untuk ibu hamil maupun untuk bayi balita sesuai menu empat bintang.

Menurutnya, hal ini dapat mencegah potensi melahirkan anak stunting. Dalam pemberian makanan tambahan ini kata Puput, selalu berkoordinasi dengan Puskesmas Singkil Utara.

Sementara Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Haryono menyambut baik pihak kejaksaan yang turut membantu dalam penurunan angka stunting.

“Apresiasi kepada kejaksaan yang sudah membantu tugas Dinas Kesehatan dalam penurunan angka stunting,”

Kepala Puskesmas Singkil Utara, Tri Patriyuni menyebut, jika dari 81 anak stunting di wilayahnya terdapat di tujuh desa. Paling tinggi di Desa Telaga Bhakti, sekitar 40 an anak.

Sementara di desa binaan Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Desa Gosong Telaga Timur angka stunting terus mengalami penurunan sejak enam bulan terakhir. Dari 20 an anak stunting, saat ini tinggal 13 anak lagi. (Hab)

Share

Tinggalkan Balasan