You are currently viewing Cegah PMK, Pemkab Aceh Singkil Perketat Keluar Masuk Sapi

Cegah PMK, Pemkab Aceh Singkil Perketat Keluar Masuk Sapi

Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil akan perketat keluar masuk pasokan ternak sapi dan kerbau guna menghindari sebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang saat ini mewabah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Kuatno, Selasa (17/5/2022), mengatakan, tentang penularan PMK pada hewan ternak sapi, sudah dibahas di Polres sejak Sabtu, (14/5/2022) kemarin.

“Disepakati, setiap hewan ternak yang dipasok ke daerah Aceh Singkil, harus pakai surat betul-betul, pasokan dari daerah yang terkena PMK tidak boleh masuk,” kata Kuatno.

Dia menyatakan, info laporan provinsi Aceh 3488 ekor telah terserang wabah PMK. “Yang dominan teridap PMK, lebih dominan Sapi ketimbang Kerbau,” ujarnya.

Dikatakannya, daerah yang tertular terkonfirmasi positif PMK dan hasil uji laboratorium dan ditetapkan wabah oleh menteri adalah Kabupaten Aceh Tamiang, tertular belum ditentukan wabah nihil.

Selanjutnya, daerah suspek/terduga PMK, tapi masih menunggu hasil konfirmasi laboratorium, yakni Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Besar.

Daerah suspek/terduga, tapi belum dilakukan pengambilan sampel, yakni Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Kota Lhokseumawe.

Kemudian daerah bebas dari tertular, yang dinyatakan belum ada laporan kasus, yakni Kota Banda Aceh, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayolues, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, Sabang dan Simeuleu.

Jadi, ungkap Kuatno, seluruh Aceh yang terkena musibah PMK berjumlah 5159 ekor ternak sapi.

“Sementara ada juga yang sudah sembuh sudah 881 ekor,” ujarnya.

Sehingga saat ini, lanjutnya, setiap pasokan ternak sapi yang masuk ke daerah Aceh Singkil meski benar-benar memiliki surat kesehatan sahih dari hasil pemeriksaan.

“Saat ini kedokteran hewan kita ada delapan orang ditambah petugas kita belasan orang,” ujarnya.

Disinggung ciri-ciri ternak sapi terkena PMK, Kuatno sebut karena seringnnya keluar liur dari mulut sapi, kurus, banyak bergerak akibat gatal-gatal pada bagian kuku.

Sementara salah seorang pemasok ternak, sapi Daman Meuraxa dihubungi AJNN, terkait isu PMK, dirinya juga merasa khawatir. Namun tetap ikhtiar karena menjelang hari raya Idul Adha 1443 Hijriah dipastikan banyak permintaan.

“Saya tetap berusaha mendatangkan pasokan, namun harus tetap hati-hati dan teliti dalam pembelian,” ujarnya.

Dirinya juga berharap jangan ada kendala dan kesulitan, namun berharap syarat surat-surat kesehatan hewan dirinya menyanggupi. (Hab)

Share

Tinggalkan Balasan