You are currently viewing Ratusan Petani Sawit Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS di Medan

Ratusan Petani Sawit Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS di Medan

ACEH SINGKIL – Sebanyak 365 petani kelapa sawit asal Kabupaten Aceh Singkil mengikuti Program Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) Tahun 2026 yang dibuka di Medan, Senin, 6 Juli 2026.

Pelatihan yang berlangsung di AIHO Hotel Medan itu dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Aceh yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan, Mukhlis, serta dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Aceh Singkil, Nirwana Angkat.

Program tersebut didanai melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Tahun Anggaran 2026 dan akan dilaksanakan dalam empat gelombang.

Gelombang pertama berlangsung pada 6–12 Juli dengan 93 peserta, dilanjutkan gelombang kedua pada 9–16 Juli, gelombang ketiga pada 2–8 Agustus, serta gelombang keempat pada 9–15 Agustus 2026. Setiap gelombang terdiri atas tiga kelas sehingga total terdapat 12 kelas pelatihan.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Aceh Singkil, Nirwana Angkat, mengatakan, alokasi program tersebut diperoleh melalui upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam mengusulkan kebutuhan peningkatan kapasitas petani sawit kepada Kementerian Pertanian.

“Kabupaten Aceh Singkil memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang besar dengan ribuan petani yang membutuhkan peningkatan kompetensi,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah terus mendorong agar program pelatihan ini dapat diberikan kepada petani di Aceh Singkil.

Menurut dia, pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang baik, meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, serta mengelola hasil perkebunan secara lebih optimal.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, yang dibacakan Nirwana Angkat, disebutkan bahwa pembangunan sektor perkebunan perlu diawali dengan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah daerah, kata dia, ingin memastikan para petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah terhadap hasil perkebunan.

Bupati juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lapangan dan memberi manfaat bagi pengembangan usaha perkebunan masing-masing.

“Diharapkan melalui pelatihan ini lahir petani-petani sawit yang profesional, mandiri, serta mampu menghadapi tantangan industri perkebunan di masa depan,” demikian sambutan Bupati

Share

Tinggalkan Balasan