ACEH SINGKIL – Gelombang protes warga terkait hasil verifikasi data penerima bantuan rehabilitasi rumah dampak banjir di Kabupaten Aceh Singkil kembali terjadi.
Warga dari dua desa menggelar aksi protes di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil pada Senin, 9 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa berasal dari Desa Cingkam, Kecamatan Gunung Meriah, dan Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil.
Mereka memprotes hasil verifikasi data penerima bantuan rehabilitasi rumah tahap pertama yang dipublikasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil.
Salah seorang warga Desa Ujung Bawang, Maswan, mengatakan penyaluran bantuan dinilai tidak merata. Ia menyebut banyak warga terdampak banjir yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.
“Dalam penyaluran bantuan bencana jangan ada batas. Kami semua terdampak, baik yang rusak berat, sedang, maupun ringan. Jangan separuh-separuh. Masa tetangga saya keluar namanya, sementara saya tidak,” kata Maswan.
Hal serupa disampaikan Yudi Sipohan, warga Desa Cingkam. Ia mengaku kecewa karena jumlah penerima bantuan di desanya berkurang setelah proses verifikasi dilakukan.
Menanggapi aksi tersebut, Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, memastikan pemerintah daerah akan melakukan pengecekan ulang terhadap data penerima bantuan rehabilitasi rumah terdampak banjir.
“Pendataan ini akan kita cek ulang. Pemerintah daerah juga sedang mencari solusi terbaik terkait teknis penyaluran bantuan,” kata Oyon.
Menurut Oyon, data penerima bantuan yang sebelumnya diajukan pemerintah daerah ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalami pengurangan cukup signifikan setelah proses verifikasi di tingkat pusat.
Ia mencontohkan di Desa Ujung Bawang, dari data awal sebanyak 177 kepala keluarga yang diusulkan sebagai penerima bantuan rehab rumah, tersisa 61 kepala keluarga setelah hasil verifikasi.
“Dalam hal ini kami mengambil sikap, hasil verifikasi penerima bantuan rehab rumah ini untuk sementara kita anulir atau batalkan dulu,” ujarnya.
Oyon mengatakan pemerintah daerah akan kembali mendatangkan tim verifikasi dari pusat untuk melakukan pendataan ulang terhadap seluruh penerima bantuan rumah terdampak banjir di Aceh Singkil.
Pendataan ulang tersebut, kata dia, tidak hanya dilakukan di dua desa yang melakukan aksi protes, tetapi akan mencakup seluruh desa penerima bantuan rehab rumah di Kabupaten Aceh Singkil.
Sebelumnya pemerintah daerah mengajukan sebanyak 3.431 kepala keluarga sebagai calon penerima bantuan.
Namun setelah proses verifikasi BNPB, jumlah tersebut berkurang menjadi 565 kepala keluarga.
“Data yang sudah keluar sebanyak 565 kepala keluarga itu kita pastikan akan dianulir terlebih dahulu sambil menunggu petunjuk teknis yang paling tepat,” kata Oyon.
Ia berharap proses pendataan ulang dapat melibatkan pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat agar lebih transparan. Pemerintah daerah menargetkan proses tersebut dapat selesai sebelum Lebaran.