You are currently viewing Wujudkan Ketahanan Pangan, BUMDes Tanah Bara Kembangkan Budidaya Ikan Nila
Ketua BUMDes Dambaan Desa Tanah Bara, Maksum Malau menabur benih ikan nila

Wujudkan Ketahanan Pangan, BUMDes Tanah Bara Kembangkan Budidaya Ikan Nila

  • Post author:
  • Post category:Daerah
  • Post comments:0 Comments

ACEH SINGKIL — Pemerintah Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, mulai mengembangkan budidaya ikan nila sebagai program unggulan ketahanan pangan desa.

Program ini dijalankan melalui BUMDes “Dambaan” dan menjadi upaya meningkatkan kemandirian pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Ketua BUMDes Dambaan, Maksum Malau, mengatakan sedikitnya 16.000 bibit ikan nila ditebar di kolam berukuran 20×20 meter sebagai tahap awal program 2025.

Ikan nila dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta permintaan pasar yang stabil di Aceh Singkil.

“Budidaya ikan nila ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan BUMDes Dambaan tahun 2025. Kami berharap dukungan semua pihak agar program ini berjalan optimal,” ujar Maksum, Selasa (25/11/2025).

Meski diguyur hujan deras, anggota BUMDes tetap melanjutkan agenda penaburan benih nila di kolam pinjam pakai Dusun I Tanah Bara. Kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, BPKam, hingga pendamping desa dari tingkat kabupaten dan kecamatan.

Maksum menyebut persiapan sudah dilakukan sejak sehari sebelumnya, termasuk mengundang berbagai pihak terkait.

“Kami tetap semangat. Semoga usaha ini diberkahi dan saat panen nanti hasilnya melimpah,” harapnya.

Kepala Desa Tanah Bara, Salman Manik, menambahkan bahwa alokasi 20% Dana Desa untuk ketahanan pangan tahun ini difokuskan pada budidaya ikan nila.

Menurutnya, komoditas tersebut memiliki prospek yang menjanjikan karena diminati rumah makan, masyarakat umum hingga penggemar kuliner ikan nila.

“Kami ingin program ini benar-benar dikelola serius oleh BUMDes sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Tanah Bara,” kata Salman.

Ia mengingatkan bahwa cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan utama, terutama risiko kegagalan panen.

Meski begitu, ia memastikan pemerintah desa tetap mendorong BUMDes mengembangkan sektor pangan lainnya ke depan.

Share

Tinggalkan Balasan