ACEH SINGKIL — Seorang warga Desa Napagaluh, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, meninggal dunia setelah digigit anjing peliharaannya yang terinfeksi rabies. Peristiwa itu dibenarkan Camat Danau Paris, Bungaran Tumanggor.
“Iya benar, berdasarkan informasi kepala desa, seorang perempuan berusia 60 tahun digigit anjing rabies sekitar empat bulan lalu. Saat itu korban hendak menangkap anjing peliharaannya untuk dijual, lalu digigit,” kata Bungaran, Senin (22/9/2025).
Korban sempat dirawat di rumah sakit. Namun, sepekan lalu ia dilaporkan meninggal dunia.
“Sejak digigit, korban mengalami sakit dan menjalani pengobatan di layanan kesehatan. Namun akhirnya meninggal,” ujar Bungaran.
Menurutnya, populasi anjing di wilayah itu cukup banyak. Ia memperkirakan hampir 30 persen penduduk nonmuslim memelihara anjing.
Menyikapi kasus ini, ia mengimbau warga agar mengandangkan hewan peliharaan mereka guna mencegah kejadian serupa.
Menindaklanjuti kasus rabies tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Aceh Singkil menggelar vaksinasi massal hewan peliharaan pada Sabtu lalu.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Aceh Singkil, Hari Cahyono, mengatakan sebanyak 155 ekor hewan telah divaksin.
“Hari ini kita menindaklanjuti kasus rabies di Desa Napagaluh yang mengakibatkan seorang warga meninggal. Vaksinasi tidak hanya menyasar anjing, tetapi juga kucing, kera, dan monyet milik warga,” kata Hari.
Ia menjelaskan, sekitar 98 persen hewan peliharaan di desa itu telah mendapatkan vaksin. Hanya dua ekor yang belum divaksin karena pemiliknya tidak berada di tempat.
“Vaksinasi akan diperluas ke desa tetangga. Kami berharap masyarakat mempersiapkan hewan peliharaan mereka jika tim datang,” ujarnya.