Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Dinas Kesehatan Aceh Singkil berupaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi dengan pola makan sehat.
Pola pemberian makan sehat terhadap ibu dan bayi dilakukan pada saat posyandu di desa. Maka dari itu pentingnya dana desa diperuntukkan bagi pemberian makanan tambahan (PMT).
“Apalagi saat ini tidak dianjurkan tidak lagi memakai PMT pabrikan, akan tetapi PMT yang diolah sendiri. Ini semua ditanggung di dana desa,” kata Subarsono, Kepala Dinkes Aceh Singkil saat ditemui dikantornya, Jumat 17 Maret 2023.
Menurutnya yang menjadi kendala, terkadang pemerintahan desa tidak menyadari hal tersebut. Untuk itu hadirnya petugas kesehatan turun langsung ke desa memimpin posyandu untuk memastikan deteksi awal kematian ibu dan bayi.
“Fakto kuncinya pada posyandu. Pentingnya deteksi dini sejak ibu hamil pada saat posyandu,” ungkapnya.
Pada tahun 2022 terjadi 48 kasus kematian ibu dan bayi. Kebanyakan kasus kematian bukan pada pelayanan kesehatan, melainkan pada dukun kampung.
“Sabagai contoh kejadian di Singkil, diundang dukunnya dari luar daerah. Padahal ada bidan setempat. Artinya cara fikir masyarakat kita yang perlu pendidikan yang baik,” imbuhnya
Setiap desa kata dia, memiliki bidan desa yang stanby pada masing-masing desa. Sejauh ini selama tidak ada laporan, artinya bidan desa berada ditempat.
Sementara disinggung mengenai keberadaan Poskesdes. Belum semua desa kata Subarsono, memiliki Poskesdes, baru sekitar 50 persen yang tersedia.
“Kami akan terus berupaya menekan angka kematian pada Ibu dan bayi sehingga saat proses kelahiran sehat kedua-duanya,” terang Subarsono.