BANDA ACEH – Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL) Banda Aceh–Aceh Besar, Amsyardin Maulana Putra, mengapresiasi langkah Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon yang memperjuangkan kepastian bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi masyarakat terdampak banjir.
Amsyardin mengatakan apresiasi tersebut disampaikan atas langkah Bupati Aceh Singkil mendatangi Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk berkoordinasi terkait proses bantuan Jadup bagi masyarakat terdampak bencana.
“Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak masyarakat yang terdampak bencana,” kata Amsyardin dalam keterangannya, Rabu, 14 Oktober 2026.
Baca Juga: Kemensos Validasi 8.785 KK Penerima Jadup Aceh Singkil
Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terus diperkuat sehingga proses penganggaran hingga penyaluran bantuan dapat segera memperoleh kepastian.
Di tengah belum adanya kepastian waktu pencairan, Amsyardin mengimbau masyarakat Aceh Singkil tetap tenang dan bersabar serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami memahami keresahan masyarakat yang hingga kini masih menantikan kepastian bantuan Jadup. Namun, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, bersabar dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Baca Juga: Jadup Mengalir di Aceh Singkil, Usulan Data Tahap Berikutnya Disiapkan
Menurut dia, sikap sabar bukan berarti masyarakat harus pasif. Masyarakat tetap dapat mengawal dan mengawasi setiap tahapan proses pencairan agar bantuan disalurkan sesuai ketentuan, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Amsyardin juga mendorong pemerintah pusat agar segera memberikan kepastian terkait proses penganggaran sehingga bantuan Jadup dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengawal proses ini bersama-sama. Ketika bantuan telah dicairkan, masyarakat juga berhak mengawasi agar penyalurannya berlangsung transparan, tepat sasaran dan akuntabel,” katanya.
Baca Juga: Korban Banjir Aceh Singkil Ancam Gugat Pemkab Jika Jadup Tak Cair dalam 3 Bulan
Ia mengajak tokoh pemuda, mahasiswa, tokoh masyarakat dan seluruh elemen terkait menjaga komunikasi yang sehat dan konstruktif dalam menyikapi persoalan Jadup.
Amsyardin menilai perbedaan pandangan dalam menyampaikan aspirasi merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Persoalan Jadup ini menyangkut kebutuhan dan keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak bencana. Karena itu, mari kita kawal bersama dengan kepala dingin, tetap kritis dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap perjuangan pemerintah daerah dalam memperjuangkan Jadup mendapat dukungan dan pengawalan masyarakat sehingga proses tersebut segera memperoleh kepastian dan bantuan dapat disalurkan secara adil serta transparan kepada penerima yang berhak.

Komentar
Belum ada komentar.