ACEH SINGKIL – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Aceh Singkil menggelar pasar murah di Lapangan Bola Kaki SMP Negeri Simpang Kanan, Desa Kuta Tinggi, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindagkop dan UKM Aceh Singkil, Safrijal, mengatakan pasar murah tersebut merupakan kegiatan rutin pemerintah daerah untuk membantu mengendalikan inflasi sekaligus memeriahkan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130.
“Pasar murah ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka penanganan inflasi daerah. Kali ini untuk memeriahkan TMMD ke-130,” kata Safrijal saat di lokasi.
Baca Juga : TMMD ke-130 di Aceh Singkil, Oyon Minta Sasaran Pembangunan Sesuai Kebutuhan Warga
Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan telur ayam. Pihaknya menyiapkan sekitar 200 lebih paket untuk masyarakat.
Setiap paket dijual dengan harga Rp228.000, terdiri atas beras 10 kilogram seharga Rp115.000, gula pasir satu kilogram Rp30.000, tepung terigu satu kilogram Rp10.000, minyak goreng dua liter Rp35.000, serta telur ayam satu papan Rp38.000.
Menurut Safrijal, harga sejumlah komoditas dalam pasar murah tersebut lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
Baca Juga : Disperindagkop Gelar Pasar Murah di Empat Lokasi di Aceh Singkil
Selisih harga beras misalnya mencapai Rp50.000 per paket, telur ayam Rp12.000 per papan, sedangkan komoditas lainnya sekitar Rp5.000.
Untuk memastikan bantuan harga tersebut dapat dinikmati lebih banyak warga, pembelian dibatasi satu paket untuk setiap pembeli. Masyarakat tidak diperbolehkan membeli lebih dari satu paket.
Safrijal mengatakan kegiatan pasar murah akan dilanjutkan ke Kecamatan Gunung Meriah pada hari berikutnya, kemudian secara bertahap menyasar kecamatan lain di Kabupaten Aceh Singkil.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu menekan inflasi serta meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Selain itu, ia mengimbau para pedagang agar menyesuaikan harga jual dengan ketentuan yang berlaku, termasuk Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga harga kebutuhan pokok di pasaran lebih terkendali.
“Kami berharap inflasi di Aceh Singkil dapat teratasi dan harga kebutuhan pokok di pasaran bisa turun, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

Komentar
Belum ada komentar.