You are currently viewing Bunda PAUD Aceh Singkil Ikuti Penguatan Pokja PAUD se-Aceh di Banda Aceh

Bunda PAUD Aceh Singkil Ikuti Penguatan Pokja PAUD se-Aceh di Banda Aceh

BANDA ACEH – Bunda PAUD Kabupaten Aceh Singkil, Ny. Habibatussania, menghadiri kegiatan Penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Aceh yang digelar di Hotel Rasamala, Banda Aceh, pada 27–29 Juli 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Aceh itu diikuti Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Baca Juga: Tanam 3.000 Mangrove, Pemkab Aceh Singkil Gandeng Dunia Usaha Jaga Pesisir

Forum tersebut bertujuan memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Habibatussania mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antardaerah dalam meningkatkan mutu layanan PAUD.

Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari perhatian terhadap pendidikan anak sejak usia dini.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, memperkuat sinergi, serta menyusun langkah bersama agar layanan PAUD di setiap daerah semakin berkualitas,” kata Habibatussania dalam keterangan yang diterima, Selasa, 28 Juli 2026.

Baca Juga:Polda Aceh Pecat Anggota Polres Aceh Selatan Terkait Dugaan Perampokan Toko Emas

Ia berharap hasil pertemuan tersebut dapat diwujudkan dalam program nyata yang memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak-anak di Aceh, termasuk di Aceh Singkil.

Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh, Ny. Mukarramah Fadhlullah, mengatakan pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, peningkatan akses dan mutu layanan PAUD dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Menurut Mukarramah, Pokja Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah mengawal program pengembangan PAUD melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga pemerintah gampong.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan kesepakatan yang memperkuat arah pembangunan pendidikan anak usia dini di Aceh.

Ia mendorong seluruh peserta memanfaatkan forum itu untuk menyusun langkah strategis yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

“Mudah-mudahan dari pertemuan ini lahir rekomendasi dan resolusi yang menjadi pijakan bersama untuk memperkuat pendidikan anak usia dini sebagai fondasi mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Share

Tinggalkan Balasan