You are currently viewing MAA-BPS Demo Kuliner Tradisional Aceh Singkil

MAA-BPS Demo Kuliner Tradisional Aceh Singkil

ACEH SINGKIL – Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Singkil menggelar sosialisasi dan demonstrasi memasak kuliner tradisional sebagai upaya melestarikan warisan budaya daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor BPS Kabupaten Aceh Singkil, menghadirkan Ketua MAA Aceh Singkil, Zakirun Pohan, sebagai narasumber didampingi anggota Putroe Phang.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan cara mengolah dua kuliner khas Aceh Singkil, yakni Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk, yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak sebelum Indonesia merdeka.

Ketua MAA Aceh Singkil, Zakirun Pohan, mengatakan kedua makanan tradisional tersebut bukan hanya memiliki cita rasa yang khas, tetapi juga mengandung nilai budaya dan filosofi yang melekat dalam kehidupan masyarakat Aceh Singkil.

“Ndelabakh Manuk dan Nditak Matah menjadi bagian dari tradisi masyarakat, termasuk sebagai sajian adat pada prosesi peletakan pertama pembangunan rumah baru,” ujar Zakirun, Kamis, 16 Juli 2026.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga meyakini kuliner ini bermanfaat membantu memperlancar ASI bagi ibu yang baru melahirkan.

Ia mengapresiasi inisiatif DWP BPS Aceh Singkil yang berupaya menggali dan memahami kekayaan kuliner warisan budaya daerah melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi memasak tersebut.

Menurutnya, pelestarian kuliner tradisional menjadi tanggung jawab bersama agar tidak tergerus perkembangan zaman dan tetap dikenal oleh generasi muda.

Zakirun juga menyampaikan bahwa Nditak Matah dan Ndelabakh Manuk telah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Kabupaten Aceh Singkil.

Ia berharap pemerintah, lembaga adat, dan seluruh masyarakat terus berkomitmen menjaga serta melestarikan kedua kuliner khas tersebut sebagai identitas budaya Aceh Singkil.

Sementara itu, Ketua DWP BPS Kabupaten Aceh Singkil, Maulidariah, mengatakan kegiatan ini bertujuan menambah wawasan anggota mengenai khazanah kuliner lokal sekaligus mendorong pelestarian warisan budaya melalui pengenalan makanan tradisional khas Aceh Singkil.

Share

Tinggalkan Balasan