You are currently viewing Besok, Ribuan Massa Korban Banjir dan Longsor Kepung Kantor Bupati Aceh Singkil

Besok, Ribuan Massa Korban Banjir dan Longsor Kepung Kantor Bupati Aceh Singkil

ACEH SINGKIL – Ribuan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Kemukiman Pemuka (GEMUKA) diperkirakan akan menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Aceh Singkil pada Senin, 8 Juni 2026.

Aksi tersebut digelar untuk menuntut keadilan dan penyelesaian hak-hak korban banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh Singkil pada 2025 lalu.

Koordinator Aksi GEMUKA, Buyung Sanang, mengatakan jumlah peserta yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 3.500 orang. Namun, angka tersebut masih dapat berubah sesuai kondisi di lapangan.

“Perkiraan sekitar 3.500 orang. Tapi kita lihat besok, karena bersamaan juga dengan adanya operasi dari pihak Polres yang dilaksanakan secara nasional,” kata Buyung, Ahad, 7 Juni 2026.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun panitia, peserta aksi akan berkumpul di Lapangan Alun-Alun Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, mulai pukul 09.00 WIB sebelum bergerak menuju Kantor Bupati Aceh Singkil.

Massa terdiri dari korban banjir dan tanah longsor, aktivis sosial dan kemanusiaan, mahasiswa, pemuda peduli bencana, perwakilan organisasi masyarakat, serta pengurus dan anggota GEMUKA.

Dalam pernyataan sikapnya, GEMUKA menegaskan aksi tersebut bukan untuk menciptakan konflik, melainkan memperjuangkan hak-hak masyarakat terdampak bencana yang dinilai belum sepenuhnya terpenuhi.

“Kami hadir bukan untuk mencari konflik, tetapi memperjuangkan hak masyarakat yang hingga hari ini masih menunggu keadilan. Negara tidak boleh abai terhadap penderitaan korban banjir dan tanah longsor,” demikian bunyi pernyataan sikap GEMUKA.

Massa juga berencana menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.

Selain menggelar orasi dan membentangkan spanduk tuntutan, peserta aksi dijadwalkan menyerahkan dokumen berisi aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah.

GEMUKA mengimbau seluruh peserta menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.

Organisasi tersebut menegaskan demonstrasi akan dilakukan secara damai serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

Aksi ini menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar yang direncanakan berlangsung di Aceh Singkil tahun ini, dengan fokus pada percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi korban banjir dan tanah longsor pascabencana 2025.

Share

Tinggalkan Balasan