ACEH SINGKIL — Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Indonesia–Komite Lingkungan Hidup Indonesia (DPW LPLHI-KLHI) Aceh Singkil menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan berbagai bentuk perusakan lingkungan di daerah tersebut.
Seruan itu disampaikan menyusul meningkatnya ancaman kerusakan hutan, pencemaran sungai, serta eksploitasi sumber daya alam yang dinilai tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.
Sekretaris Jenderal LPLHI-KLHI Aceh Singkil, M. Rahmad, mengatakan kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak pada ekosistem alam, tetapi juga berpotensi mengancam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada keberlanjutan sumber daya alam.
“Kerusakan lingkungan pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan kehidupan mereka,” kata Rahmad dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Menurut dia, perlindungan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga masyarakat luas.
Karena itu, diperlukan komitmen kolektif untuk menghentikan berbagai aktivitas yang merusak lingkungan.
Rahmad juga mengajak masyarakat Aceh Singkil untuk tidak tinggal diam terhadap berbagai bentuk perusakan alam yang terjadi di wilayah tersebut.
“Hutan, sungai, laut, dan seluruh ekosistem merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Selain itu, LPLHI-KLHI Aceh Singkil mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan serta mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Menurut Rahmad, penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan di Aceh Singkil.
Wilayah Aceh Singkil sendiri dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi.
Karena itu, upaya perlindungan lingkungan dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem agar tetap memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Melalui seruan tersebut, LPLHI-KLHI Aceh Singkil berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan semakin meningkat sehingga berbagai bentuk perusakan alam dapat dicegah sejak dini.
“Menjaga lingkungan adalah menjaga masa depan,” kata Rahmad.