You are currently viewing Dugaan Daging Meugang Bantuan Presiden Busuk di Aceh Singkil, AMPAS Desak Audit
Diduga daging meugang yang diterima beraroma busuk

Dugaan Daging Meugang Bantuan Presiden Busuk di Aceh Singkil, AMPAS Desak Audit

  • Post author:
  • Post category:Daerah
  • Post comments:0 Comments

ACEH SINGKIL — Dugaan pembagian daging meugang bantuan Presiden Prabowo Subianto dalam kondisi tidak layak konsumsi mencuat di Kabupaten Aceh Singkil.

Laporan warga menyebut daging yang dibagikan di Dusun III Desa Kampung Baru, Singkil Utara, berbau tidak sedap saat diterima pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sekretaris Jenderal Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS), Budi Harjo, mengatakan pihaknya menerima laporan warga terkait kondisi daging tersebut.

Menurut dia, daging diterima aparat desa dari panitia di Singkil sekitar pukul 23.00 WIB dan baru dibagikan ke warga pada pagi hari.

“Ketika pagi dijemput, daging sudah berbau busuk dan tidak bisa dikonsumsi,” kata Budi dalam keterangannya.

AMPAS menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut kualitas daging, tetapi juga transparansi pengadaan dan distribusi bantuan.

Organisasi itu mempertanyakan pihak penyedia, mekanisme penunjukan, standar kualitas, serta pengawasan sebelum distribusi dilakukan.

AMPAS mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait membuka nama penyedia, nilai anggaran, serta mekanisme pengadaan kepada publik.

Mereka juga meminta audit menyeluruh terhadap proses distribusi dan pemberian sanksi jika ditemukan kelalaian atau penyimpangan.

Menurut Budi, tradisi meugang merupakan simbol kebersamaan masyarakat Aceh menjelang Ramadan yang tidak seharusnya ternodai oleh dugaan masalah pengadaan.

Ia juga meminta dinas terkait melakukan uji laboratorium terhadap sampel daging guna memastikan penyebab dugaan pembusukan.

“Bantuan Presiden yang niatnya baik tidak boleh mencederai kepercayaan rakyat. Masyarakat berhak mendapatkan bantuan yang layak, aman, dan sesuai standar kesehatan,” ujarnya.

Share

Tinggalkan Balasan