You are currently viewing Puluhan Santri di Aceh Singkil Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Tunggu Hasil Uji Lab

Puluhan Santri di Aceh Singkil Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Tunggu Hasil Uji Lab

  • Post author:
  • Post category:Daerah
  • Post comments:0 Comments

ACEH SINGKIL — Puluhan santri di Kabupaten Aceh Singkil diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 11 Februari 2026.

Dinas Kesehatan setempat kini melakukan investigasi dan menunggu hasil uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nasabe Sajan Yatim Desa Bukit Harapan, Akmal, mengatakan distribusi makanan dilakukan pada pukul 10.00 WIB dan ompreng dijemput kembali pada pukul 12.00 WIB.

Sore harinya, sekitar pukul 17.00 WIB, ia menerima informasi dari guru pesantren bahwa sejumlah santri mengalami muntah-muntah.

“Menurut guru, santri baru menyantap makanan setelah zuhur sekitar pukul 13.30 WIB. Artinya makanan sudah dipindahkan dari ompreng karena wadah kosong kami jemput pukul 12.00 WIB,” kata Akmal, Kamis, 12 Februari 2026.

Menu MBG yang disajikan saat itu terdiri dari mi goreng, ayam suwir, nugget tempe, sawi rebus, dan semangka.

Akmal menyebut makanan mulai dimasak sejak pukul 00.30 WIB dan selesai sekitar pukul 06.00 WIB.

SPPG tersebut melayani 1.506 porsi, termasuk 53 porsi untuk santri Pesantren Darul Mustofa yang tercatat sebagai siswa SMP IT Al-Aqof.

Ia mengakui sebelumnya ada laporan dari guru di sekolah lain yang menyebut makanan berbau basi.

“Sekitar pukul 10.00 WIB lewat ada guru yang memberi tahu makanan basi, lalu kami instruksikan agar tidak dimakan,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, M. Raja Maringin, mengatakan pihaknya telah melakukan visitasi ke dapur SPPG.

“Secara umum tempatnya bersih, tetapi alur proses pengolahan hingga pengemasan masih kami dalami. SPPG mulai hari ini dihentikan sementara operasionalnya,” kata dia.

Sampel makanan dan muntahan korban telah diambil untuk diuji di laboratorium BPOM. “Kita tunggu hasilnya,” ujarnya.

Sebelumnya, sedikitnya 33 santri dari Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkily Bukit Harapan dan Bunga Al-Qur’an dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Aceh Singkil pada malam hari dengan keluhan sakit perut, muntah, dan pusing.

Seorang santri mengaku makanan berbau tidak sedap saat kemasan dibuka.

Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon mengatakan pemerintah daerah telah memerintahkan pengambilan sampel makanan untuk diuji.

Pemerintah juga akan memperketat pengawasan dapur penyedia MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami mengingatkan dapur SPPG agar tidak menyajikan makanan basi dan memastikan standar kebersihan terpenuhi. Dapur penyedia akan diberikan peringatan,” kata Oyon.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap percaya pada program MBG karena pemerintah akan meningkatkan pengawasan dan memastikan keamanan pangan.

Share

Tinggalkan Balasan