ACEH SINGKIL — Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRK Aceh Singkil bersama Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) yang dijadwalkan membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2026 batal digelar sesuai agenda.
Hingga dua jam setelah waktu yang ditentukan, tak satu pun anggota Banggar terlihat hadir.
Rapat sedianya berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 10.00 WIB.
Namun hingga pukul 12.00 WIB, ruang rapat DPRK Aceh Singkil masih kosong dari kehadiran unsur legislatif.
Sementara itu, Tim TAPK telah berada di lokasi sejak pagi hari.
Pantauan Berita Xtra menunjukkan tidak adanya kepastian dimulainya rapat, memunculkan tanda tanya atas keseriusan DPRK dalam mengawal pembahasan anggaran daerah tahun 2026.
Pelaksana Tugas Sekretaris DPRK Aceh Singkil, M. Yunus, membenarkan belum hadirnya anggota dewan.
“Belum ada dewan yang hadir, mungkin sedang ada kesibukan,” kata Yunus saat ditemui di kantor DPRK.
Menurut Yunus, Ketua DPRK Aceh Singkil, Amaliun, disebut tengah menghadiri agenda partai. “Kemungkinan siang baru masuk kantor,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua DPRK, Wartono, dikabarkan mengikuti kegiatan partai melalui pertemuan daring. “Zoom meeting dengan Presiden Prabowo,” kata Yunus.
Adapun Wakil Ketua DPRK lainnya, Darto, sempat tidak tersambung saat dihubungi. Belakangan, Darto mengonfirmasi dirinya berada dalam perjalanan menuju kantor DPRK.
Ia menyebut anggota Banggar lainnya kemungkinan memiliki agenda lain sehingga belum hadir ke kantor.
Diketahui, rapat Banggar DPRK Aceh Singkil telah berlangsung sejak Senin pekan lalu dan berdasarkan agenda, pembahasan seharusnya rampung pada Jumat pekan ini.
Namun dengan kondisi molornya rapat di tengah Januari, muncul kekhawatiran terhadap keterlambatan penetapan APBK Aceh Singkil 2026.
Situasi ini menambah daftar persoalan klasik dalam pembahasan anggaran daerah, yang berpotensi berdampak langsung pada pelaksanaan program dan pelayanan publik di awal tahun anggaran.