ACEH SINGKIL — Putra daerah Aceh Singkil, Dr. Andika Novriadi Cibro, M.Ag., meraih predikat Cumlaude sekaligus dinobatkan sebagai Wisudawan Terpuji pada Wisuda Angkatan 87 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Selasa (18/11/2025).
Pencapaian itu menambah deretan prestasi akademik dari figur muda yang dikenal aktif di dunia pesantren dan kepramukaan Aceh tersebut.
Dalam penelitian doktoralnya, Andika mengkaji transformasi pendidikan karakter di pesantren.
Ia merumuskan substansi Qanun Aceh Nomor 09 tentang Pendidikan Dayah ke dalam program kepramukaan pesantren melalui metode Research and Development (R&D).
Penelitian itu menghasilkan produk digital aplikatif yang dapat digunakan sebagai panduan penguatan karakter santri.
Temuan tersebut dipertahankan dalam sidang promosi doktor pada 14 Agustus 2025 dan memperoleh apresiasi dari Ketua Sidang, Prof Dr Azhari Akmal, M.A.
Prosesi sidang turut dihadiri sejumlah pejabat provinsi dan kabupaten, pimpinan pesantren, serta perwakilan kwartir pramuka Aceh dan Sumatera Utara.
Perjalanan Akademik dan Kiprah Pengabdian
Andika lahir di Siompin, Suro Makmur, Aceh Singkil pada 27 November 1991. Setelah menamatkan pendidikan dasar di kampung halamannya, ia melanjutkan studi di Pondok Pesantren Darul Arafah Raya dan meneruskan pendidikan tinggi hingga meraih gelar sarjana dan magister di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Sejak 2018, Andika tercatat sebagai dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan UIN Ar-Raniry.
Di saat yang sama, ia aktif mengasuh pesantren serta memimpin berbagai kegiatan kepramukaan di tingkat provinsi.
Perannya sebagai Ketua Satuan Komunitas Gerakan Pramuka Pesantren (GPP) Aceh memperluas jejaringnya hingga kabupaten/kota dan lintas provinsi.
Kiprah tersebut membuatnya dekat dengan sejumlah tokoh Aceh, termasuk ulama, pejabat pemerintah, serta pimpinan organisasi kepemudaan dan keagamaan.
Dipulangkan Tokoh Daerah
Kembalinya Andika ke Aceh Singkil tidak terlepas dari dorongan Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), yang memantau kiprah dan gagasannya sejak lama.
HRB menilai Andika sebagai figur visioner yang memiliki kapasitas akademik sekaligus jaringan luas, serta diyakini mampu mendorong kemajuan pendidikan daerah.
Di bawah kepemimpinan Andika, Pondok Pesantren Darur Rasyid tumbuh pesat. Dalam dua tahun, pesantren itu menampung ratusan santri, mencatat berbagai prestasi, dan meraih Akreditasi A dari Badan Akreditasi Dayah Aceh.
Pesantren tersebut kini dikenal dengan kedisiplinan, pembinaan karakter, serta jejaring yang kuat dengan berbagai pihak.
Selain memimpin pesantren, Andika juga menjadi dosen di STAI Syekh Abdur Rauf (STAISAR) Aceh Singkil dan dipercaya sebagai ketua jurusan Pendidikan Agama Islam.
Figur Visioner
Menurut HRB, Andika merupakan sosok pemikir matang dan solutif.
“Ia tidak memulai sebelum mematangkan konsep. Analisisnya cepat dan selalu menemukan solusi yang bahkan belum terpikirkan oleh orang lain,” ujarnya.
Selain kompetensi akademik, Andika juga dikenal menguasai teknologi digital, desain, editing, dan penulisan.
Kemampuan komunikasi publiknya dinilai kuat sehingga kerap dilibatkan dalam diskusi-diskusi strategis tingkat daerah dan provinsi.
Kontribusi Berkelanjutan
Di tengah kesibukan mengelola lembaga pendidikan, Andika tetap produktif menulis jurnal ilmiah dan terlibat dalam pendirian STIT Daarurrahmah Sepadan di Kota Subulussalam yang resmi beroperasi pada September 2025.
Predikat Cumlaude yang diraihnya menjadi simbol konsistensi dan dedikasinya dalam dunia pendidikan.
Pencapaiannya bukan hanya kebanggaan bagi keluarga dan Aceh Singkil, tetapi juga memberi inspirasi bagi generasi muda yang meniti jalan ilmu dan pengabdian.