ACEH SINGKIL – Teror buaya kembali dirasakan oleh warga di Kabupaten Aceh Singkil. Terkini menimpa salah seorang nelayan sungai bernama Samsir alias Pendek berusia 57 tahun.
Warga Desa Takal Pasir itu menceritakan suasana mencekam kala Minggu (16/2) jam 06.30 pagi Ia berangkat mencari ikan menggunakan sampan robin untuk mengangkat bubu atau perangkap ikan.
Sesampainya dilokasi bubu, buaya menampakkan dirinya dari jarak sekitar 300 meter. Saat dihentikan robin, sang predator justru mengejarnya.
“Langsung balik arah, sambari buaya terus mengejar dengan ganas, untung hal ini bisa dielakkan,” ujarnya.
Samsir mengaku trauma atas peristiwa yang menimpanya tersebut. “Saya sangat terkejut dan ketakutan atas kejadian ini sehingga tak berani lagi mencari ikan. Padahal itu sumber mata pencaharian saya,” ungkapnya.
Kepala Desa Takal Pasir, Rabidin mengungkapkan keresahan warganya akibat ancaman buaya yang kian mengganas usai salah seorang warga yang meninggal dunia dimangsa buaya.
Ia menaruh harapan besar kepada Safriadi Oyon selaku Bupati Aceh Singkil yang baru saja dilantik untuk memberikan solusi.
“Saya berharap Bapak Safriadi Oyon yang baru saja di lantik untuk segera mengambil sikap dengan bijaksana sehingga masyarakat di daerah aliran sungai yang mengais rezekinya di perairan sungai Aingkil tidak lagi merasa khawatir dan ketakutan,” harapnya.
Selain itu dirinya juga meminta kepada Anggota DPR RI dari Aceh untuk menyuarakan keresahan dan kegelisahan masyarakat yang tinggal di Perairan Sungai Singkil terhadap ancaman buaya yang kian hari kian mengganas.