Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A. telah resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil.
Ada beberapa program yang menjadi target prioritas untuk dituntaskan sebagai kepala daerah.
“Yang paling urgent adalah jembatan kilangan,” kata Marthunis usai mengawali kiprahnya sebagai Pj. mengikuti rapat paripurna pertanggungjawaban APBK 2021 di Gedung DPRK setempat, Senin (25/7/2022).
Kemudian dirinya juga menyinggung perbaikan tata kelola di pemerintahan, mulai dari kedisiplinan, transparansi, kinerja PNS.
Selanjutnya penuntasan kemiskinan. Hal yang jamak di Aceh Singkil, namun tantangannya dinilai masih besar.
“Untuk isu ini akan coba dibuat big wins, artinya experience mental polency, supaya apabila itu bagus bisa langsung di steling up oleh pemerintah selanjutnya,” ungkap lulusan S-2 Ekonomi Publik Kampus Andrew Young School of Policy Studies – USA.
Berikutnya penuntasan penyelesaian konflik antara perusahaan dengan masyarakat.
“Kita akan duduk dengan yang berkonflik antara perusahaan, masyarakat yang tentunya dalam konteks keharmonisan,” ungkapnya
Dirinya memplaning penerapan prinsip ESG (Environment Social Governance) dalam penyelesain konflik. Dalam prinsip itu dilihat sisi lingkungan, sosial kemasyarakatan dan tata kelola usaha.
Kemudian penuntasan persoalan kerukunan antar umat beragama. “Kita akan duduk dengan semua pihak, berbicara secara bermartabat dan berkeadilan dengan semua konsen,”
Sehingga dapat dicapai konsesus, dan konsesus tersebut dapat dijalankan. Harapannya dengan dasar itu, kerukunan di Aceh Singkil dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya kerukunan akan sangat berpengaruh terhadap citra Kabupaten Aceh Singkil. “Kalau citra Singkil ini baik maka semua bakal datang kemari,” kata Marthunis.
Selanjutnya perbaikan infrastruktur yang akan memudahkan orang untuk datang ke Singkil.
“Melihat peluang bisnisnya, melihat keindahan alam Singkil, dan melihat Suaka Margasatwa Singkil,”
Dirinya melihat Suaka Margasatwa Rawa Singkil sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi karbon.
“Kita akan kembangkan itu ketimbang dianggap Rawa Singkil sesuatu kelemahan bagi kita karena tidak bisa bangun apa-apa disana,” tukasnya. (Hab)