You are currently viewing Bahasa Singkil Dinilai Masih Cukup Kuat Digunakan

Bahasa Singkil Dinilai Masih Cukup Kuat Digunakan

ACEH SINGKIL – Penggunaan bahasa Singkil dinilai masih cukup kuat digunakan oleh masyarakat dalam percakapan sehari-hari.

Hal ini disampaikan oleh Petrus Lambey dari Yayasan Suluh Insan Lestari Jakarta saat acara diskusi bertajuk Lokakarya Budaya di Kampus Staisar Lipat Kajang, Sabtu, 30 November 2024.

“Bahasa Singkil masih aktif digunakan secara lisan,” kata Petrus Lambey.

Yayasan Suluh Insan Lestari sebelumnya telah melakukan survei bahasa untuk melihat ketahanan bahasa Singkil.

“Ada tim yang turun dan berdiskusi bersama dengan masyarakat menggunakan metode partisipatif untuk melihat siapa penutur aktif bahasa Singkil,” ujarnya.

Berdasarkan survei tersebut, bahasa bisa diidentifikasi dapat dilihat dari kuatnya anak-anak dalam menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

“Kalau anak-anak masih aktif menggunakan baik ketika bermain, ketika dirumah dan berbicara dengan orang lain, itu artinya bahasa masih kuat secara lisan,” kata Petrus.

Berdasarkan hasil temuannya, Petrus mengungkapkan, pendidikan di Aceh Singkil sudah maju, bahasa Indonesia sudah banyak digunakan di sekolah sehingga anak-anak sudah mulai menguasai dua bahasa yang aktif dipakai yakni bahasa Indonesia dan bahasa Singkil.

Kendati demikian, Ia menekankan pentingnya menjaga bahasa Singkil agar tetap sejajar aktif digunakan dalam kemampuan anak-anak berbahasa Indonesia bahkan berbahasa asing karena itu identitas.

“Kita sedang dorong bagaimana melestarikan bahasa dan budaya sebagai identitas yang harus dijaga dan pertahankan dari pengaruh globalisasi, teknologi, media sangat masif,” ungkapnya.

Menurutnya kendati bahasa Singkil aktif digunakan secara lisan, akan tetapi sudah ada gangguan dengan kemampuan berbahasa Indonesia.

“Ini perlu didorong dengan aturan, program pendidikan berbasis bahasa lokal atau mulok, media sosial juga turut memengaruhi,” imbuhnya.

Ia mendorong pemuda, praktisi dan pemerintah untuk menjaga bahasa Singkil agar tetap lestari, menjadikan bahasa Singkil sebagai bahasa utama dalam kemampuan berbahasa nasional dan berbahasa asing.

Lokakarya mendorong kesepakatan kedepan bakal menyelenggarakan workshop untuk menyepakati sistim tulis atau ortografi bahasa, mendorong kamus bahasa daerah, cerita lokal dalam bahasa Singkil dan menggunakannya di sekolah.

Yayasan Suluh Insan Lestasi Jakarta merupakan sebuah yayasan yang peduli melestarikan bahasa daerah di Indonesia.

Peserta lokakarya diantaranya Ketua MAA Aceh Singkil Zakirun Pohan, Ketua MPD Nasrin, Ketua ICMI Aslim Kombih, budayawan, akademisi, pemerhati dan jurnalis.

Share

Tinggalkan Balasan