You are currently viewing Paslon Bupati-Wakil Bupati Aceh Singkil Sampaikan Visi Misi dan Program di Hadapan DPRK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Aceh Singkil Sampaikan Visi Misi dan Program di Hadapan DPRK

  • Post author:
  • Post category:Daerah
  • Post comments:0 Comments

ACEH SINGKIL – Dua Pasangan Calon (Paslon) Bupati – Wakil Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon-Hamzah Sulaiman dan Dulmusrid-Al Hidayat menyampaikan visi misi dan programnya dihadapan anggota DPRK.

Pemaparan visi misi dan program tersebut berlangsung dalam sidang paripurna di Gedung DPRK Aceh Singkil, Rabu, 25 September 2024.

Sidang paripurna penyampaian visi misi dan program Paslon dipimpin oleh Ketua Sementara DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun. Dihadiri oleh 21 anggota DPRK, forkopimda, Ketua dan Komisioner KIP, Panwaslih, partai pengusul dan simpatisan, serta tanpa kehadiran Pj Bupati ataupun yang mewakili.

Amaliun menyebutkan sesuai dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh pada pasal 66 ayat 5 huruf c, pemaparan visi misi dan program dilakukan dalam rapat paripurna DPRK Aceh Singkil.

Pemaparan visi misi dan program diawali oleh Paslon nomor urut 1 yaitu Safriadi Oyon-Hamzah Sulaiman. Kemudian dilanjutkan oleh Paslon nomor urut 2 yaitu Dulmusrid-Al Hidayat.

Dalam pemaparan visi misi dan programnya, Oyon menyebutkan visinya adalah mewujudkan kemakmuran Aceh Singkil yang bermartabat dengan mengembangkan SDM dan SDA secara adil, efisien dan profesional. Sementara untuk misinya ada enam poin.

Misi yang pertama yaitu menciptakan iklim investasi yang kondusif dan membuka lapangan kerja (peningkatan perkebunan kelapa sawit, peternakan, dan tanaman pangan).

Selanjutnya misi kedua, memerangi kemiskinan dengan maksimalisasi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA).

Kemudian lanjut Oyon misi ketiga mereformasi sistem birokrasi dalam rangka mewujudkan clean government and good governance.

Misi keempat mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas melalui pendidikan, kesehatan, agama, dan berorientasi pada pemuda dan olahraga.

Sedangkan misi kelima menumbuhkembangkan potensi industri perkebunan, pertanian, pelabuhan dan pariwisata kepulauan secara optimal.

Terakhir misi keenam yaitu menumbuhkembangkan sektor perikanan dan kelautan yang berdaya saing dan wawasan lingkungan.

Selanjutnya Hamzah Sulaiman merincikan 30 program Oyon-Hamzah diantaranya pertama, menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menciptakan lapangan kerja (peningkatan perkebunan kelapa sawit, pertanian, dan tanaman pangan) menyederhanakan perizinan dengan one stop service sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selanjutnya kedua, ekstensifikasi zona perkebunan kelapa sawit, pertanian, dan tanaman pangan. Ketiga membangun pabrik kelapa sawit dengan daya olah tinggi. Keempat mengintensifkan kembali pelabuhan sebagai sarana transportasi, orang, barang, dan jasa antar daerah.

Kemudian kelima, perangi kemiskinan dengan memaksimalisasi Sumber Daya Alam (SDA). Keenam, mengembangkan teknologi tepat guna di masyarakat dengan sumber daya alam yang ada. Ketujuh, meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan sumber daya alam yang ada.

Berikutnya kedelapan, pemberdayaan usaha ekonomi produktif dengan mengadopsi kearifan lokal. Kesembilan, mengintensifkan (melengkapi fasilitas) perikanan dan kelautan. Kesepuluh, mereformasi sistem birokrasi dalam rangka mewujudkan clean government dan good governance.

Kesebelas, meningkatkan profesionalitas pegawai dalam memberikan pelayanan publik yang partisipatif, berkualitas, efisien, efektif, dan transparan. Dua belas, memberdayakan masyarakat untuk proaktif, mengawasi dan menilai kinerja birokrasi.

Tiga belas, mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas melalui pendidikan, kesehatan, agama, dan berorientasi pada pemuda dan olahraga.

Selanjutnya empat belas, peningkatan sumber daya guru dan fasilitas proses belajar mengajar. Lima belas, mengirim putra daerah yang berprestasi untuk belajar ke jenjang yang lebih tinggi di luar Aceh Singkil.

Enam belas, memberikan beasiswa bagi dokter untuk melanjutkan spesialis, dan tenaga kesehatan lainnya untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Tujuh belas, pemberian bantuan kepada pengelola dan tempat peribadatan serta organisasi keagamaan secara bertahap. Delapan belas, meningkatkan kualitas dai’ di daerah perbatasan.

Sembilan belas, meningkatkan kapasitas peran serta dan pemberdayaan perempuan. Dua puluh, menumbuhkembangkan prestasi di bidang olahraga.

Selanjutnya dua puluh satu, menumbuhkembangkan potensi industri perkebunan, pelabuhan, dan pariwisata kepulauan secara optimal. Dua puluh dua, menjadikan perkebunan sebagai tujuan agrowisata. Dua puluh tiga, meningkatkan fungsi pelabuhan transportasi ke lokasi wisata pada pulau- pulau kecil di wilayah Aceh Singkil.

Dua puluh empat, menyediakan sarana dan prasarana di pulau-pulau tujuan wisata. Dua puluh lima, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menggali kepariwisataan kepulauan yang religius. Dua puluh enam, menumbuhkembangkan sektor kelautan dan perikanan berdaya saing dan berwawasan lingkungan.

Dua puluh tujuh, meningkatakan sarana dan prasarana kelautan pada nelayan tradisional untuk mendapatkan hasil laut yang optimal agar dapat bersaing dengan kapal-kapal modern/canggih.

Dua puluh delapan, meningkatkan kualitas dan mutu hasil budidaya perikanan yang maksimal. Dua puluh sembilan, mengembangkan hasil kelautan dan perikanan menjadi bahan yang tahan lama dalam sistem pengalengan dan pengasinan.

Terakhir tiga puluh, membentuk badan dan atau Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Singkil sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tidak kalah dengan Safriadi Oyon-Hamzah Sulaiman, Paslon Dulmusrid-Al Hidayat juga memaparkan visinya yaitu cerdas, sehat dan sejahtera.

Adapun misinya ada lima, pertama meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak, berkualitas dan berdaya saing.

Selanjutnya misi kedua, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan adil untuk semua.

Ketiga, meningkatkan tata kelola yang akuntabel, efesien, dan profesional dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang responsif dan berkualitas.

Berikutnya misi yang keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, adil dan merata di semua wilayah dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan mitigasi bencana dalam pemanfaatan sumber daya alam secara rasional, efektif dan efesien.

Terakhir kelima, membangun dari desa sesuai karakteristik dan potensi lokal untuk pertumbuhan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, dan ketahanan pangan melalui sinergi fungsi pertanian, perkebunan, perikanan kelautan, pariwisata, perdagangan, industri dan UMKM.

Kemudian Al Hidayat melanjutkan dengan memaparkan 10 program Aceh Singkil mende diantaranya membangun sekolah unggul, memberikan seragam sekolah bagi siswa dari keluarga miskin.

Selanjutnya, bantuan pendidikan mahasiswa plus, satu desa satu hafidz, asah skill kaula muda, pemberian uang saku bagi pasien rujukan, penyediaan speed boat, ambulan rujuk gratis bagi warga Kecamatan Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat.

Berikutnya, pemasangan listrik gratis bagi keluarga miskin, pemende sapo dan santunan bagi warga Aceh Singkil.

Selain itu Al Hidayat turut merincikan 15 program yang menjadi prioritas pasangan DuHa yakni nelayan sejahtera, petani sawit mapan dan berkelanjutan, pengembangan industri pariwisata dan penuntasan infrastruktur.

Kemudian pengurangan angka pengangguran, peningkatan tata kelola pemerintahan desa, penguatan reformasi birokrasi, politik dan hukum, emak-emak mandiri pangan, peningkatan kualitas pendidikan umum dan dayah.

Selanjutnya pemberantasan kemiskinan, peningkatan iklim investasi, mekhasa medaun, perlindungan hak perempuan, anak dan disabilitas, sayang kampongta dan terakhir, penguatan keistimewaan Aceh.

Share

Tinggalkan Balasan