ACEH SINGKIL — Aksi pembegalan kembali marak di Kabupaten Aceh Singkil dalam beberapa pekan terakhir.
Sejumlah warga melaporkan kejadian begal yang terjadi pada malam hari di sejumlah ruas jalan, terutama di kawasan Kecamatan Gunung Meriah, Suro, dan Danau Paris.
Situasi ini menimbulkan keresahan, terutama di kalangan masyarakat yang kerap beraktivitas pada malam hari.
Menanggapi kondisi tersebut, aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Kebijakan Aceh Singkil (FMPK-AS) menyampaikan keprihatinan dan mendesak Polres Aceh Singkil untuk memperketat pengamanan di wilayah hukum setempat.
Ketua FMPK-AS, M. Yunus, mengatakan peningkatan kasus begal harus menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
“Kami mendesak Polres Aceh Singkil untuk memperketat patroli malam di titik-titik rawan. Keamanan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, dan aparat harus hadir memberi rasa aman,” ujar Yunus, Selasa, 21 Oktober 2025.
Ia menilai, tindakan tegas terhadap para pelaku diperlukan agar tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
“Begal ini bukan sekadar kriminalitas kecil. Ini sudah mengancam nyawa warga. Kami minta Polres jangan menunggu korban bertambah, tapi segera bertindak dan memperkuat pengawasan di lapangan,” katanya.
Selain mendesak aparat, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor bila melihat atau mengalami tindak kejahatan jalanan.
Menurut Yunus, kerja sama antara aparat, mahasiswa, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan rasa aman di Aceh Singkil.
Sejumlah warga pun berharap kepolisian menempatkan pos-pos pengamanan di lokasi yang dianggap rawan.
“Kalau bisa setiap malam ada patroli keliling, biar kami merasa aman,” kata seorang warga Gunung Meriah.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan pengawasan bersama, masyarakat berharap situasi keamanan di Aceh Singkil kembali kondusif dan warga dapat beraktivitas tanpa rasa takut.

Komentar
Belum ada komentar.