ACEH SINGKIL – Sebanyak sepuluh ekor penyu jenis penyu hijau dan sisik ditemukan mati di atas perahu di Kapulauan Banyak Kabupaten Aceh Singkil.
Manurut salah seorang petugas SAR Pulau Banyak yang enggan disebutkan namanya mengaku mendapat laporan adanya aktivitas mencurigakan oleh orang tak dikenal di sekitar Pulau Palambak.
“Awalnya tim Satgas SAR Pulau Banyak mendapatkan laporan tentang kegiatan mencurigakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal di sekitar Pulau Palambak,” katanya.
Berdasarkan laporan tersebut, ujarnya, tim SAR bersama dengan Polsek Pulau Banyak segera menuju lokasi untuk melakukan investigasi Sabtu, 29 Juni 2024 sekitar pukul 16.00 WIB.
Sesampainya di lokasi, tim menemukan sebuah perahu yang berisi 10 ekor induk penyu, dengan kondisi mati.
“Diduga kuat, para pelaku pencurian melarikan diri setelah menyadari kehadiran tim di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
Perahu beserta penyu-penyu tersebut kini diamankan di Desa Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, di bawah pengawasan ketat dari Polsek Pulau Banyak.
“Saat ini Tim SAR dan Polsek Pulau Banyak terus melakukan upaya pencarian dan investigasi untuk menangkap pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang,” pungkasnya.
Fidel Sastra, pemerhati lingkungan Kepulauan Banyak membenarkan, pemburu dan penyelundup ilegal penyu tersebut berhasil kabur.
“Saat ini barang bukti penyu sudah diamankan di belakang kantor Polsek Pulau Banyak,” ujarnya.
Fidel juga sudah memposting video hasil penangkapan penyu secara ilegal tersebut.
Sementara Kasi Humas Polres Aceh Singkil Iptu Eska Agustinus Simangunsong menyebut, Polsek dari Pulau Banyak berhasil menggagalkan upaya penyelundupan penyu, hewan dilindungi undang-undang.
“Hari ini tim unit Satreskrim Polres Aceh Singkil telah berangkat ke Pulau Banyak untuk melakukan koordinasi,” ujarnya, Senin, 1 Juli 2024.
Eska menjelaskan awalnya personel Polsek Pulau Banyak mendapat informasi adanya aktifitas mencurigakan warga.
“Polsek Pulau Banyak kemudian melakukan pengintaian, dan ditemukan adany aktifitas mencurigakan” imbuhnya.
Dugaan sementara ada dua orang pelaku. Namun masih dalam penyelidikan petugas, apakah benar pelaku atau bukan.
“Tersangka sempat melarikan diri ke hutan.Kita tunggu sama-sama, mudah-mudahan tersangkanya ditemukan,” ujarnya.