You are currently viewing Rekannya Dipecat, Buruh PT Delima Makmur Aceh Singkil Mogok Kerja

Rekannya Dipecat, Buruh PT Delima Makmur Aceh Singkil Mogok Kerja

ACEH SINGKIL – Sebanyak 15 orang pemanen yang masih berstatus buruh harian lepas (BHL) di PT Delima Makmur Aceh Singkil melakukan mogok kerja.

Hal ini dipicu lantaran rekan kerja mereka dipecat secara semena-meja oleh mandor tempat mereka bekerja di SK III perusahaan tersebut.

Hal ini tertuang dalam surat yang dilayangkan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Aceh Singkil melalui Persatuan Peduli Pemuda Nias (PPPN) pada 15 Januari 2024.

Ada delapan poin menjadi alasan mereka melakukan aksi mogok yakni, pemaksaan mengejar output, bila tidak dapat di ancam di pecat, dialihkan pekerjaan dengan alasan buah rentan dan pekerjaan tunasan, apabila tidak membawa kernet anak istri tidak diberi bekerja karena alasan tidak dapat output.

Selanjutnya, mekanisme pengangkatan SKU tidak jelas, bila izin tidak bekerja 2 hari maka dikenakan sanksi skor 5-6 hari. Apabila pemanen tidak hadir bekerja, maka BHL atas nama istri pemanen tidak diperbolehkan berkemeja.

Kemudian apabila saat bekerja kernet sakit, maka Harian Kerja (HK) tidak dicatat walaupun sudah ada hasil dan BHL hanya mendapat jatah kerja 20 hari dalam satu bulan.

Adapun tuntutan para pemanen ini yakni, adanya perjanjian kerja yang jelas dan mengikat, sehingga ada aspek perlindungan terhadap pekerja BHL, menuntut adanya peraturan kerja bersama sehingga ada peraturan yang jelas mengenai hak dan kewajiban, agar diatur organisasi kerja yang jelas, agar para mandor tidak semena-mena terhadap pekerja.

Kemudian meminta manajemen perusahaan untuk memutasi atau memindahkan mandor panen Afdeling III atas nama Kariaman Gulo, Asisten Afdeling III Parianto Sirait, Manajer Kebun Usman Harahap. Karena menurut pekerja, mereka gagal dalam mengatur organisasi dan keharmonisan.

Sementara itu, Humas perkumpulan pemuda pemudi nias (PPPN) Muhammad Najir, mengatakan bahwa pihaknya telah memfasilitasi akan permintaan dari para pekerja di PT Delima Makmur tersebut.

“Sesama peduli pemuda Nias, tentunya kita dari PPPN telah memfasilitasi mereka dan juga telah menyerahkan surat kepada dinas terkait, namun hingga kini belum ada titik temu,” ujar Najir.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi pihak manajemen PT Delima Makmur.

Share

Tinggalkan Balasan