You are currently viewing Ini Langkah Pemkab Aceh Singkil Kendalikan Inflasi

Ini Langkah Pemkab Aceh Singkil Kendalikan Inflasi

Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memiliki strategi untuk mengendalikan inflasi di daerahnya.

Hal ini dilakukan sesuai dengan instruksi perintah pemerintah pusat untuk melakukan sejumlah upaya agar dapat menekan inflasi.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Perdagangan Setdakab Aceh Singkil Faisal mengatakan, Penjabat Bupati Aceh Singkil Marthunis bersama jajaran, setiap pekannya melakukan rapat evaluasi pengendalian inflasi.

“Setiap hari Senin kita laporan capaian target pengendalian inflasi, alhamdulillah laporan inflasi kita bagus ke Kemendagri,” kata Faisal didampingi Rully Suhaidi Kabag Ekonomi Setdakab Aceh Singkil, saat ditemui di Kantornya, Selasa 31 Januari 2023.

Dalam rapat, turut dibahas sejumlah persoalan seperti perkembangan harga-harga kebutuhan rumah tangga. Apakah terjadi kenaikan atau penurunan harga, apa saja penyebab kenaikan harga, dan langkah yang diambil oleh Pemkab.

“Seperti harga cabai misalnya, pada hari Minggu tanggal 22 harganya naik ni, kenapa bisa naik, langkah apa yang akan kita lakukan,” ungkapnya.

Terdapat enam langkah yang dilakukan Pemkab Aceh Singkil dalam penanganan inflasi. Mulai dari program menanam, pemberian bantuan BTT (biaya tak terduga), pasar murah, sidak pasar, dukungan transportasi dari APBK dan kerjasama pasokan beras dengan Kabupaten Abdya.

“Alhamdulillah sudah kita laksanakan secara keseluruhan. Untuk bidang pelaporan dan realisasi, kabupaten kita dapat nominasi dari sembilan kategori yang diminta pemerintah pusat,” tambah Rully.

Dengan keadaan resesi dunia dan status Kabupaten Aceh Singkil sebagai daerah konsumen bukan produsen, Pemkab berupaya untuk menekan inflasi agar harga kebutuhan tetap berada dibawah HET (harga eceran tertinggi).

“Dengan inflasi yang bisa kita tekan, harga-harga kebutuhan masih tetap terjangkau oleh masyarakat. Kita harus selektif melihat barang masuk ke daerah kita, jangan asal jual dengan seenak aturannya,” ungkapnya.

Rully mengatakan, Pemkab punya dinas terkait yang membidangi dalam menentukan harga kebutuhan. Misalnya berapa standar harga cabe merah. Dan itu pake harga kita. Jika nanti terjadi lonjakan harga, akan dilihat faktor penyebabnya apa saja.

“Bisa saja karena cuaca, gagal panen sehingga barang langka, kemudian kendala transportasi karena cuaca,” imbuhnya.

Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi Pemkab Aceh Singkil, jika inflasi terjadi, tidak sampai berpengaruh secara langsung kepada masyarakat.

Ia mencontohkan program Koperasi Wanita Tani (KWT). Program dari Dinas Pangan dengan memberikan bantuan berupa bibit cabai, bibit tomat dan lainnya untuk ditanam dipekarangan rumah.

“Mereka tanam itu, jadi secara langsung meskipun tidak secara penuh, kebutuhan rumah tangganya dapat tercukupi dari hasil apa yang ditanamnya,” ungkapnya.

Rully mengatakan pemberian bantuan BTT kepada 4.240 penerima menjadi bagian dari intervensi langsung Pemkab Aceh Singkil dalam mengendalikan inflasi dari sektor UMKM, perikanan dan perhubungan.

“Memberikan bantuan dalam bentuk uang untuk tiga bulan, per Rp125 ribu per bulannya. Dan itu kita komunikasikan ke pihak bank agar tidak ada pemotongan. Semuanya kita pikirkan mengingat keadaan kita sedang sulit,” tambahnya.

Bank Indonesia bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik menerbitkan Indeks Harga Komuliatif (IHK) Provinsi Aceh di angka 5,6 persen. Ini berdasarkan IHK di tiga daerah yakni Banda Aceh, Lhokseumawe dan Meulaboh.

Meski Aceh Singkil tidak ditunjuk sebagai daerah yang punya IHK, tapi Aceh Singkil mengikuti pola sistem penilaian. Berdasarkan 24 komoditi yang selalu dipantau melalui aplikasi Asida, harga komoditinya masih berada pada standar harga Dinas Pangan.

“Jadi inflasi Aceh secara umum berada di angka 5,6 persen. Sementara pemerintah membatasi inflasi Aceh, tidak boleh melebihi 6 persen,” demikian kata Rully.

Bagi masyarakat Aceh Singkil yang ingin melihat perkembangan harga komoditi bahan pangan, dapat mengakses Aplikasi Asida, yang bisa didownload dari google playatore.

Aplikasi Asida merupakan aplikasi pemantau harga komoditi bahan pokok milik Pemkab Aceh Singkil yang selalu update disetiap hari pekan di masing-masing kecamatan. (Hab)

Share

Tinggalkan Balasan