You are currently viewing Ketua TP PKK: Fokus Utama Tangani Stunting di Aceh Singkil dengan Pemberian TTD pada Remaja
Ketua TP PKK Aceh Singkil berbincang-bincang terkait peran PKK dalam penanganan stunting di dalam talkshaw Dinas Kesehatan (Haris Kurniawan)

Ketua TP PKK: Fokus Utama Tangani Stunting di Aceh Singkil dengan Pemberian TTD pada Remaja

  • Post author:
  • Post category:Daerah
  • Post comments:0 Comments

Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Ketua TP PKK Aceh Singkil, dr. Humairah Marthunis M.K.M. mengungkapkan penanganan stunting menjadi fokus utama.

Dalam bincang talkshaw Dinas Kesehatan di Radio Xtra FM, Rabu (14/9) mengatakan bahwa amanah dari TP PKK Pusat dan Provinsi untuk memfokuskan stunting menjadi perhatian utama.

“Arahan saat rapat dengan TP PKK, stunting harus menjadi program utama termasuk pencegahan, penanganan dan bagaiman intervensi,” katanya.

Humairah menyampaikan melalui program GISA (Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh), dimana intervensi tidak hanya terhadap anak stunting tetapi difokuskan kepada pencegahan, salah satunya pemberian Tablet Tambah Darah (TTD).

Diharapkan dengan pemberian TTD, remaja putri menjadi sehat bebas anemia. Saat menjadi ibu hamil dapat melahirkan bayi yang sehat.

Usai turun ke lapangan ke beberapa kampung, Humairah mengatakan melihat dan memastikan data rill. Tidak hanya mengambil data di Dinkes, tetapi menyamakannya dengan data rill di lapangan.

“Fokus di dua kecamatan dengan penderita stunting tinggi, yakni Gunung Meriah dan Simpang Kanan. Di Gunung Meriah ada lima desa lokus dan Simpang Kanan ada tiga desa,” katanya.

Ada beberapa Intervensi stunting yang menjadi perhatian diantaranya pada remaja putri, ibu hamil dan anak stunting.

Sebanyak 10.442 TTD disiapkan Dinkes untuk diberikan kepada remaja putri berusia 12-19 tahun atau usia SMP dan SMA. TTD diberikan selama 52 minggu, satu kali dalam satu minggu. Setiap hari Senin diberikan untuk diminum.

Untuk memastikan diminum, Humairah mengajak ibu guru untuk aktif memantau siswanya saat pemberian TTD, dipastikan diminum tidak disimpan.

Selain guru, di sekolah terdapat kader kesehatan remaja untuk memantau kawan-kawannya pada saat minum TTD.

Humairah menekankan pentingnya keterlibatan orang tua untuk mengingatkan putri-putrinya apakah sudah minum TTD diminggu tersebut.

“Terkadang siswi datang ke sekolah belum sarapan karena dapat menimbulkan efek samping seperti mual dan muntah. Ada potensi TTD tidak bisa diminum disekolah lalu dibawa pulang. Disitulah peran orang tua untuk mengingatkan putrinya,” katanya.(Hab)

Share

Tinggalkan Balasan