Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 1.462 anak di Kabupaten Aceh Singkil menderita stunting.
Hal ini diungkapkan Ns.Eva Nurfita S.Kep M.K.M, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi dalam bincang talkshaw Dinas Kesehatan di Radio Xtra FM, Rabu 14 September 2022.
Eva mengatakan berdasarkan update data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) pada 11.476 balita, sebanyak 1.462 anak mengalami hasil pengukuran pendek dan sangat pendek.
“Pendek dan sangat pendek tidak dapat divonis stunting, tapi ciri stunting yang mudah untuk dilihat dari hasil pengukuran pendek dan sangat pendek,” katanya
Kalau dipersenkan berdasarkan e-PPBGM, penderita stunting sebesar 12,7 persen. Akan tetapi ketika makin banyak yang diupdate, bisa jadi presentasenya akan lebih tinggi.
“Ukuran pendek dan sangat pendek dilihat dari perbandingan antara tinggi badan dengan usia anak. Itu bisa dipantau melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),” katanya.
Dikatakan anak itu sehat, dapat dilihat dari seiring dengan bertambahnya usia akan diiringi pertambahan berat, tinggi dan kecerdasannya.
“Disinilah stunting menjadi hal yang penting karena pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan waktu yang kritis perkembangan otak,” katanya.
Eva menguraikan banyak faktor utama penyebab 1.462 anak Aceh Singkil menderita stunting diantaranya asupan gizi anak yang tidak baik.
“Mulai sejak ibunya hamil tidak terpenuhinya gizi menyebabkan anak kurang gizi, kemudian diharapkan lahirnya di fasilitas kesehatan,”
Kemudian pemberian makan bayi yang tidak tepat, seperti belum waktunya diberi makan sudah diberi makan duluan sehingga pencernaan tidak baik.
Penyebab lainnya pemberian susu formula usai anak dilahirkan, bukannya ASI. Selanjutnya imunisasi anak, masih banyak orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk diimunisasi.
Faktor lingkungan juga menjadi salah satu faktor penyebab stunting. Pola hidup yang tidak bersih dan sehat masih ditemui di Aceh Singkil.
“Masalah stunting banyak faktor diluar kesehatan seperti sanitasi, pemenuhan air bersih, faktor ekonomi dan faktor lainnya,” katanya. (Hab)