BANDA ACEH — Serikat Media Siber Indonesia atau SMSI Aceh memberikan penghargaan kepada 20 tokoh dan institusi dalam Malam Anugerah SMSI Aceh Award 2026.
Penghargaan diberikan kepada mereka yang dinilai memiliki rekam jejak, inovasi, serta kontribusi terhadap pembangunan dan masyarakat Aceh.
Malam penghargaan digelar di Anjungan Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu malam, 5 September 2026.
Para penerima berasal dari sejumlah sektor, mulai dari pemerintahan, legislatif, penegakan hukum, ekonomi, energi, lingkungan, pendidikan hingga kemanusiaan.
Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus mengatakan penerima penghargaan telah melalui proses seleksi.
Menurut dia, SMSI tidak hanya menilai jabatan, tetapi juga kiprah dan dampak yang diberikan kepada masyarakat.
“SMSI Award menjadi bagian dari komitmen Serikat Media Siber Indonesia dalam memberikan penghargaan kepada figur dan lembaga yang dinilai memiliki rekam jejak positif serta memberikan kontribusi bagi daerah,” ujar Firdaus.
Ketua SMSI Aceh Aldin NL mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan.
Ia berharap apresiasi itu menjadi dorongan bagi para penerima untuk mempertahankan dan meningkatkan kontribusi mereka.
“SMSI Award diharapkan menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus berkontribusi, berinovasi dan menghadirkan gagasan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan Aceh,” kata Aldin.
Salah satu penerima penghargaan adalah Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah yang mendapat predikat Tokoh Penguat Ekonomi Syariah Aceh.
Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman menerima penghargaan Perempuan Tangguh Bencana, sedangkan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal memperoleh penghargaan Wali Kota Penggerak Inovasi Daerah.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah kepala daerah. Bupati Aceh Barat Daya Safaruddin mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggerak Pembangunan Wilayah Barat Selatan Aceh.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky dinilai berperan dalam penanganan bencana di wilayah terisolir.
Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mendapat penghargaan Kepala Daerah Penggerak Keterbukaan Informasi Publik, sementara Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menerima penghargaan Kepala Daerah Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Aceh.
Dua kepala daerah lain juga menerima penghargaan. Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mendapat penghargaan terkait kebersihan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Adapun Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Inspiratif Penanganan Bencana.
Di bidang legislatif, Ketua Komisi I DPRA Tgk. H. Muharuddin menerima penghargaan Tokoh Parlemen Aceh Responsif dan Komunikatif.
Sekretaris Komisi VII DPRA Yahdi Hasan mendapat penghargaan Tokoh Inspiratif Pejuang Aspirasi Masyarakat Wilayah Tengah Aceh.
Sementara anggota DPR RI Ghufran Zainal Abidin menerima penghargaan Legislator Aspiratif dan Peduli Pembangunan Aceh.
Kejaksaan Tinggi Aceh turut menerima penghargaan sebagai Institusi Penegak Keadilan Restoratif.
Dari sektor ekonomi, Direktur Utama Bank Aceh Fadhil Ilyas mendapat penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Daerah melalui Sektor UMKM dan Industri Kreatif.
Direktur PT Pembangunan Aceh Faisal Ilyas menerima penghargaan Tokoh Muda Inspiratif.
Sementara itu, General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Aceh Eddi Saputra menerima penghargaan Penggerak Ketahanan Energi Aceh.
PT Solusi Bangun Andalas mendapat penghargaan Perusahaan Peduli Sosial dan Lingkungan.
Penghargaan di bidang pendidikan keagamaan diberikan kepada Bupati Pidie Sarjani Abdullah sebagai Pelopor Program Pengentasan Buta Hijaiyah.
Adapun pemilik Waroeng Spesial Sambal (SS), Yoyok Hery Wahyono, menerima penghargaan Pengusaha Kuliner Peduli Kemanusiaan.
Penghargaan lainnya diberikan kepada Sayid Andi Maulana sebagai Pengusaha Muda Inspiratif Perhotelan.
Menurut Aldin, pemberian penghargaan sekaligus menjadi ruang bagi SMSI untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan berbagai elemen di Aceh.
Pers, kata dia, tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendorong perubahan sosial.
Malam Anugerah SMSI Aceh 2026 tersebut turut dirangkai dengan pengukuhan pengurus SMSI Aceh periode 2026-2030.
Acara diakhiri dengan penampilan seni dari Sanggar Cut Nyak Dhien dan pertunjukan musik Origon.