ACEH SINGKIL — Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Syahron Hasibuan, membuka ruang kolaborasi dengan sejumlah wartawan dan aktivis untuk mengawal penegakan hukum di daerah itu.
Ia meminta media tak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga memberikan kritik terhadap kinerja institusi penegak hukum.
Hal itu disampaikan Syahron dalam coffee morning bersama sejumlah pewarta dan aktivis di Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Selasa, 1 September 2026.
Baca Juga : Banpres Rp 1,7 Miliar Dinas Pendidikan Disoal, Gerakan Rakyat Bersatu Datangi Kejaksaan
Syahron mengatakan komunikasi langsung dengan media diperlukan untuk bertukar informasi sekaligus memastikan informasi mengenai pelayanan dan penegakan hukum dapat diterima masyarakat secara akurat.
“Saya berharap silaturahmi dengan rekan-rekan dapat berjalan dengan baik, dan kita bisa saling sharing informasi,” kata Syahron.
Mantan Kepala Seksi Intelijen itu mengatakan Kejaksaan membutuhkan peran aktif media dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Baca Juga : Tiga Kepala Seksi di Kejaksaan Aceh Singkil Dilantik
Menurut dia, sinergi tersebut harus dibangun secara berkelanjutan meski belum memiliki wadah formal.
Ia bahkan mempersilakan wartawan mengoreksi kinerja Kejaksaan jika terdapat hal yang dinilai belum sesuai harapan masyarakat.
“Jika tidak sempurna kami bekerja di mata masyarakat, mohon dikoreksi oleh rekan-rekan media. Misalkan ada kritik yang membangun kami pasti terbuka,” ujarnya.
Baca Juga : Ziarah ke Makam Pahlawan, Kejari Aceh Singkil Peringati Hari Lahir Kejaksaan ke-80
Syahron juga menegaskan komitmennya menjalankan penegakan hukum secara transparan di wilayah hukum Aceh Singkil.
Ia mengatakan proses hukum harus dapat diketahui masyarakat secara terbuka agar keberadaan Kejaksaan benar-benar dirasakan.
“Untuk penegakan hukum harus dilakukan seterang-benderangnya mungkin. Kehadiran kita ini dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata dia.
Baca Juga : PMI Aceh Singkil Gelar Donor Darah Peringati Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80
Menurut Syahron, penegakan hukum tidak semata-mata berkaitan dengan proses penindakan.
Kehadiran aparat penegak hukum, kata dia, diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah.
Karena itu, ia meminta dukungan insan pers selama menjalankan tugas sebagai Kajari Aceh Singkil.
Baca Juga : Sinergi Polres dan Kejaksaan Bahas Penegakan Hukum Profesional di Aceh Singkil
Pertemuan dengan wartawan juga direncanakan berlangsung secara berkala pada momentum tertentu.
Syahron berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi menghasilkan gagasan maupun kegiatan yang dapat memperkuat pelayanan dan penegakan hukum.
“Silaturahmi ini diharapkan menghasilkan ide maupun kegiatan yang dapat mendukung peningkatan penegakan hukum dan pelayanan hukum di Aceh Singkil,” ujarnya.