You are currently viewing SPPG Singkil Utara Tutup Permanen, Layanan MBG untuk 1.500 Penerima Manfaat Terhenti

SPPG Singkil Utara Tutup Permanen, Layanan MBG untuk 1.500 Penerima Manfaat Terhenti

  • Post author:
  • Post category:Daerah
  • Post comments:1 Comment

ACEH SINGKIL — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Singkil Utara Yayasan Darul Mahabbah di Desa Gosong Telaga Barat, Kabupaten Aceh Singkil, tutup permanen sejak 18 Agustus 2026.

Penutupan tersebut berdampak pada layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lebih dari 1.500 penerima manfaat di wilayah tersebut.

Kepala Sekretariat Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh Singkil, Rully Suhaidi, membenarkan penutupan dapur SPPG tersebut saat dikonfirmasi, Kamis, 20 Agustus 2026.

“Iya benar, berdasarkan informasi dari Sarvika selaku Kordinator Wailayah (Korwil) BGN Aceh Singkil, dapur itu tutup sejak 18 Agustus 2026 lalu,” kata Rully.

Baca Juga: Polres Aceh Singkil Launching Dapur MBG

Ia menjelaskan penutupan dapur tersebut terjadi akibat persoalan internal antara pihak yayasan dan pengelola.

Kesepakatan antara kedua pihak disebut tidak lagi berjalan sejalan sehingga menimbulkan persoalan internal.

“Persoalannya antara pengelola dengan yayasan. Kami sudah melakukan mediasi berulang kali, tetapi karena ini persoalan internal, kami tidak bisa terlalu jauh masuk,” ujarnya.

Rully menyayangkan penutupan SPPG tersebut karena merupakan dapur yang dinilai telah memiliki kelengkapan administrasi dan menjadi satu-satunya dapur SPPG yang sedang beroperasi di Kecamatan Singkil Utara.

“Yang kami sayangkan, dapur itu merupakan dapur nomor satu yang mengantongi kelengkapan administrasi. Di Singkil Utara pun masih satu dapur yang operasional,” katanya.

Baca Juga: Puluhan Santri Diduga Keracunan MBG di Aceh Singkil Sudah Dipulangkan dari RSUD

Menurut Rully, SPPG Yayasan Darul Mahabbah melayani lebih dari 1.500 penerima manfaat. Dengan berhentinya operasional dapur tersebut, pelayanan MBG di Kecamatan Singkil Utara untuk sementara tidak berjalan.

“Begitu tidak operasional, totalitas pelayanan tentu berpengaruh. Untuk saat ini tidak ada pemberian layanan MBG di Singkil Utara,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga Kamis, 20 Agustus 2026, surat resmi mengenai penutupan dapur tersebut belum diterbitkan. BGN masih mengumpulkan data dan informasi terkait kondisi tersebut.

“Surat resmi belum diterbitkan, namun Korwil BGN Aceh Singkil telah menyamaikan laporan sudah naik ke BGN Pusat terkait kondisi dilapangan yang terjadi,” ungkapnya.

Baca Juga: MBG Mulai Berjalan di Aceh Singkil

Di sisi lain, terdapat dapur SPPG lain di Kecamatan Singkil Utara yang telah melakukan persiapan untuk beroperasi.

Namun, dapur tersebut belum dapat melayani penerima manfaat karena masih menunggu persetujuan dari BGN.

“Betul, ada dapur yang sudah persiapan, tetapi belum mendapat persetujuan dari pihak BGN. Mungkin karena proses di pusat juga ada tahapan-tahapannya,” jelasnya.

Menurut Rully, dapur yang akan beroperasi harus melalui proses persetujuan administrasi dari BGN. Selanjutnya, pihak BGN akan melakukan penilaian untuk memastikan dapur tersebut layak dioperasikan.

“Kami dari awal sudah komunikasikan dengan Korwil agar dapur-dapur yang ada di Singkil Utara, khususnya yang sudah layak secara administrasi, secepatnya dilaporkan untuk disetujui,” katanya.

BGN berharap proses persetujuan dapur tersebut dapat dipercepat sehingga pelayanan MBG bagi masyarakat di Kecamatan Singkil Utara dapat kembali berjalan.

Share

This Post Has One Comment

Tinggalkan Balasan