You are currently viewing Bupati: Cathlab di RSUD Aceh Singkil Kurangi Rujukan Pasien Jantung ke Luar Daerah

Bupati: Cathlab di RSUD Aceh Singkil Kurangi Rujukan Pasien Jantung ke Luar Daerah

ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon mengatakan, fasilitas Catheterization Laboratory (Cathlab) yang akan beroperasi di RSUD Aceh Singkil pada awal 2027 diharapkan dapat mengurangi rujukan pasien penyakit jantung ke rumah sakit di luar daerah.

Fasilitas tersebut didukung hibah alat kesehatan senilai sekitar Rp18 miliar dari Kementerian Kesehatan RI.

Menurut Oyon, proses yang tersisa saat ini adalah pemasangan alat Cathlab oleh Kementerian Kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui dukungan pemerintah pusat, baik berupa pembangunan fasilitas, pengadaan alat kesehatan, maupun penambahan tenaga medis.

“Peningkatan pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas kami. Alhamdulillah, bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan mulai direalisasikan. Untuk Cathlab, saat ini tinggal proses pemasangan,” kata Oyon saat meninjau ruang Cathlab di RSUD Aceh Singkil, Jum’at, 17 Juli 2026.

“Kita berharap dapat segera beroperasi sehingga masyarakat Aceh Singkil tidak perlu lagi dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan layanan jantung,” lanjutnya.

Ia mengatakan pemerintah kabupaten terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui dukungan pemerintah pusat, baik dalam bentuk pembangunan fasilitas, pengadaan alat kesehatan, maupun penambahan tenaga medis.

Selain bantuan Cathlab, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil juga memperjuangkan pengadaan alat CT Scan melalui Program KJSU-KIA KB Kementerian Kesehatan. Saat ini alat tersebut masih dalam proses pendistribusian ke RSUD Aceh Singkil.

Menurutnya keberadaan CT Scan akan memperkuat layanan diagnostik di rumah sakit karena mampu menghasilkan pencitraan medis secara cepat dan akurat untuk mendeteksi berbagai penyakit.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati turut melihat kesiapan ruang endoskopi yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ini karena telah didukung tenaga dokter spesialis.

Rombongan juga meninjau ruang persiapan layanan hemodialisa atau cuci darah yang sedang dipersiapkan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Oyon berharap seluruh bantuan fasilitas kesehatan yang diperoleh dari pemerintah pusat dapat segera dimanfaatkan sehingga kualitas layanan kesehatan di Aceh Singkil semakin meningkat dan kebutuhan masyarakat untuk berobat ke rumah sakit di luar daerah dapat terus berkurang.

Share

Tinggalkan Balasan