You are currently viewing Warga Berdesakan Serbu Pangan Murah di Aceh Singkil, 400 Paket Ludes
Warga berdesakan di GPM Desa Kuta Tinggi

Warga Berdesakan Serbu Pangan Murah di Aceh Singkil, 400 Paket Ludes

ACEH SINGKIL – Masyarakat antusias mengantri bahan pangan pada kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Kuta Tinggi, Simpang Kanan, Aceh Singkil, Senin, 4 November 2024.

Kepala Desa Kuta Tinggi Kamarudin Manik mengatakan, meskipun pemberitahuan GPM dari Pemerintah Daerah agak mendadak namun tidak menyulutkan antusiasme warganya untuk berbelanja.

“Kebetulan tadi jam 08.30 Wib pagi baru nyampe pemberitahuan kepada kami di desa,” kata Kamarudin.

Kemudian lanjutnya, pihak desa menginformasikan kegiatan GPM kepada seluruh pemerintahan desa se-Kemukiman Kuta Batu yang terdiri atas Desa Kuta Tinggi, Lae Nipe, Pakiraman, Pertabas, Lae Gecih dan Tuh-tuhan.

“Ini kali pertama pangan murah digelar di desa kami,” ungkapnya.

Kamarudin menyebut warga sangat terbantu dengan adanya GPM di desanya. Apalagi dengan harga per paket yang hanya Rp208 ribu, warga sudah mendapatkan beras, minyak goreng, telur ayam dan gula pasir.

“Kalau melihat, menimbang dan mengingat harga pangan yang dijual di pasar atau warung, harga di GPM ini sudah sangat terjangkau,” katanya.

Kamarudin sangat bersyukur atas terselenggaranya GPM dari Pemerintah Daerah Aceh Singkil melalui Dinas Pangan sehingga warganya menjadi sangat terbantu dengan adanya pangan murah.

“Karna ini baru pertama kali di desa kami, harapannya pada tahun depan, GPM bisa dapat terselenggara kembali didesanya minimal tiga kali dalam setahun,” pungkasnya.

Kasi Cadangan Pangan Dinas Pangan Aceh Singkil, Mariati Pohan menyebut tujuan dari kegiatan GPM adalah untuk menjaga stabilisasi pasokan harga pangan.

“Masyarakat yang tinggalnya jauh dari kota di pelosok desa dapat membeli pangan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Bahan pangan yang dijual diantaranya beras 10 kilogram seharga Rp107 ribu , minyak goreng kemasan 2 liter harga Rp32 ribu , gula pasir 2 kilogram harga Rp8 ribu dan telur ayam satu papan isi 30 butir seharga Rp41 ribu.

“Jadi harga per paket itu sama Rp208 ribu, jauh-dekat mau di pelosok desa atau di kota itu harganya sama,” ungkapnya.

Untuk pembelian bahan pangan, warga diberikan hanya satu kupon untuk satu keluarga, tidak lebih agar supaya terjadi pemerataan.

“Jadi tidak harus semua bahan pangan yang tersedia di kupon dibeli, kalau masyarakat hanya mau membeli beras aja boleh, jadi tidak semua harus dibeli,” imbuhnya.

Mariati mengungkapkan Dinas Pangan menyediakan sebanyak 400 paket pangan murah.

“Alhamdulillah habis, meskipun masih ada beberapa pangan yang tersisa karena ada beberapa warga yang membelinya tidak komplit satu paket,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan GPM dapat terus terlaksana mengingat masyarakat sangat membutuhkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Share

Tinggalkan Balasan