Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Penyuluh Agama Islam (PAI) asal Aceh Singkil lulus Program Internasional Bersertifikat tentang Pengenalan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang digelar Institut Leimena kerja sama dengan Badan Pengelolaan Masjid Istiqlal dan Tampleton Religion Trust. Acara berlangsung via virtual, sejak 6-10 Maret 2023.
Panitia memberikan sertifikat internasional atas kelulusannya pada 28 Maret 2023. Penyuluh Agama Islam tersebut adalah Purwanto dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Kota Baharu.
Purwanto menyebutkan ini pengalaman zoom terberat yang pernah diikuti selama eksisnya kegiatan via virtual dan dalam jaringan (daring), dengan durasi belajar 30 jam secara sinkronus dan asinkronus.
“Berat dan lelah, sebab zoomnya super ketat, disiplin, dan tugas cukup menguras energi. Selain itu, ada narasumber yang menyampaikan materi dengan bahasa Inggris yang sulit dipahami, apalagi ketika penjelasan prinsip-prinsip agama dan budaya yang harus dipahami dengan baik agar tak salah penafsiran,” ujar pria yang akrab dipanggil Maspur.
Setiap peserta harus menyelesaikan tugas berupa tulisan berisi narasi keberagaman budaya dan agama di dunia dan Indonesia. Peserta juga diminta membuat narasi terkait gambar, video, dan artikel yang disajikan oleh setiap pemateri.
Menurutnya, ini proses yang harus dilalui untuk kecakapan dan kompetensi diri. Kegiatan ini bertujuan menciptakan kedamaian serta kolaborasi lintas budaya dan agama. Intinya, mewujudkan moderasi beragama, seperti yang selama ini jadi program unggulan Kemenag RI.
Sementara pemateri yang dihadirkan diantaranya anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof Dr Amin Abdullah, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr Nasaruddin Umar, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam 2015-2019, Prof Dr Alwi Shihab.
Kemudian, Kabid Pendidikan dan Pelatihan Masjid Istiqlal, Dr Farid F. Saenong MA, Senior Research Fellow University of Washington, Dr Chirs Seiple, Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt Dr Henriette T. Lebong.
Selanjutnya, Direktur Muslim-Jewish Relations Amerika Jewish Committee, Dr Ari Gordon, Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional, Rabi Dr David Saperstein, dan Direktur Internasional Hubungan Lintas Agama American Jewish Committee, Rabi Dr David Rosen.