You are currently viewing Sudah 2 Bulan, Air PDAM Tirta Singkil Tak Mengucur di Komplek BRR Pulo Sarok
Salah satu warga pelanggan PDAM Tirta Singkil

Sudah 2 Bulan, Air PDAM Tirta Singkil Tak Mengucur di Komplek BRR Pulo Sarok

Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Pelayanan PDAM Tirta Singkil kembali menjadi sorotan. Lagi-lagi dari warga komplek perumahan BRR Pulo Sarok Kecamatan Singkil.

Pasalnya, sudah sejak dua bulan lebih, air tak mengucur di daerah itu. Terutama pelanggan komplek perumahan BRR Pulo Sarok Jalur 5.

Mustafa Naibaho, warga Jalur 5 mengatakan, air yang selama ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup warga, selama ini sering macet-macet sehingga pelanggan merasa kecewa. Hal itu Ia rasakan sudah dua bulan lebih.

“Saya selaku pelanggan merasa sangat kecewa atas kondisi tersebut,” keluh Mustafa, Sabtu 4 Maret 2023.

Kondisi ini, sudah Ia keluhkan berulang kali. Disampaikan baik secara langsung kepada manajemen dan bahkan sering juga di sampaikan melalui media.

Namun keluhan yang di sampaikan sampai saat ini belum ada solusi dari PDAM Tirta Singkil maupun Pemerintah Daerah Aceh Singkil.

Dirinya merasa sudah bosan dengan keadaan kondisi dan pelayanan air PDAM yang di terimanya. Selama dua bulan ini, keluarganya terpaksa menggunakan air dari sumur bor dan mengharapkan air hujan.

Padahal katanya hak sebagai pelanggan adalah mendapatkan air bersih yang di distribusikan oleh PDAM Tirta Singkil.

“Keluhan demi keluhan telah disampaikan namun air tetap tidak dapat sebagai mana mestinya yang di terima pelanggan,” ungkapnya.

Ia sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar betul – betul memperhatikan pengeolaan air bersih. Serta mencarikan solusi yang permanen agar persoalan air bersih di Kabupaten Aceh Singkil bisa selesai.

Mengingat kata dia, wilayah ini adalah wilayah yang debit dan sumber airnya banyak, di mana-mana ada air, di korek sedikit saja tanah sudah keluar air, cuma yang dibutuhkan adalah air bersih.

“Semoga keluhan ini adalah segera di tanggapi oleh Pemda Aceh Singkil agar kesengsaraan masyarakat dapat berkurang,” harap Mustafa.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Singkil Yusbar mengakui adanya ketidaklancaran pasokan air di daerah tersebut.

“Apa yang disampaikan itu memang sangat benar adanya, pelayanan air bersih di zona BRR memang sangat memprihatinkan,” kata Yusbar saat dihubungi, Sabtu.

Layanan PDAM ini, kata Yusbar terganggu akibat instalasi pipa induk dari Pea Bumbung sering pecah disaat tekanan air sudah mulai bagus.

“Jadi 3 hingga 5 hari pipa pecah, disaat tekanan air sudah mulai bagus, pecah lagi menyebabkan tekanan air menjadi nol lagi. Syukur kalo titik yang pecah cepat bisa ketemu,” ungkapnya

Menurutnya, jika Instalasi Pengolahan Air (IPA) masih tetap dari Pea Bumbung maka sampai kapanpun pelayanan air tidak akan pernah bagus di Ibu Kota Singkil.

Lanjutnya, pipa induk yang mengarah ke Komplek Perumahan BRR berukuran 4 inchi, sementara pipa ke rumah warga berukuran 2 inchi. Dan keberadaannya di bawah teras rumah beton atau keramik. Hal ini menyulitkan petugas saat melakukan pengecekan.

“Sebagai solusi, ganti pipa berukuran 2 inchi menjadi 3 inchi atau paling tidak pipa induknya diganti dari ukuran 4 inchi menjadi 6 atau 8 inchi. Pipa yang sudah tidak berfungsi di Jalan Tsunami, bisa digali dan dipasangkan ke arah BRR,” ungkapnya.

Panjang jaringannya sekitar 2030 meter dengan estimasi biaya yang di butuhkan sebesar Rp200 juta. Ini sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kalau dikerjakan dengan metode swadaya. Namun jika dikontrakkan, maka biayanya akan lebih besar.

Kendati demikian, kata Yusbar, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan kembali pasokan air bersih tersebut.

“Upaya yang kami lakukan di Komplek Perumahan BRR itu dengan biaya swadaya kami sudah lebih dari Rp60 juta, hingga kondisi untuk gaji pegawai kami bulan ini saja nampaknya terancam,” terangngnya.

Pada dasarnya, pihaknya sangat ingin agar pasokan air lancar mengucur kepada semua pelanggan. Namun semua itu tentunya harus didukung oleh sarana dan prasarana yang baik dari Dinas PUPR.

Share

Tinggalkan Balasan