Aceh Singkil, Xtrafmsingkil.com – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), aktivitas penumpang di Pelabuhan Singkil terus meningkat.
Salah satu Armada Kapal Feri yang melayani rute Singkil, Aceh menuju Gunung Sitoli, Nias, Sumut KMP Mutiara Sibolga terlihat gelagapan menghadapi ratusan penumpang yang hendak mudik. Ratusan penumpang diduga terlantar di pelabuhan penyebrangan berhari-hari akibat kehabisan kuota tiket.
Voera-era Guleu, penumpang yang hendak mudik ke Nias melalui KMP Mutiara Sibolga, mengatakan sudah tiga hari tiga malam bermalam di Pelabuhan lantaran kehabisan tiket.
“Selain saya banyak beberapa penumpang lainnya membawa anak istri yang tidur gelar tikar di sembarang tempat sekitar pelabuhan demi antri menunggu tiket,” ujarnya, Selasa 20 Desember 2022.
Voera mengaku sudah melakukan pembelian tiket online, dengan harga Rp 55 ribu per lembar kelas ekonomi, namun ketika ingin melakukan pembayaran diloket, tiket habis.
Informasi lain, disampaikan olehnya akibat kesulitan pesanan pembelian tiket online dan manual, sebahagian penumpang menggunakan jasa calo petugas warga setempat.
Namun dilain sisi pada saat pembelian harga tiket juga bervariasi, yakni dari mulai harga standar Rp 55 ribu, 100 ribu, 150 ribu hingga Rp 200 ribu, sehingga banyak penumpang asal Nias tersebut mengeluh, namun sebahagian terpaksa membeli demi cepat mendapatkan tiket, walau kadang Nama di tiket tidak sesuai dengan identitas penumpang.
Terpisah, Kepala Cabang PT Mutiara Sibolga Syahnan di Pelabuhan Penyebrangan Cabang Singkil, mengatakan terkait penjualan tiket online akui penumpang kapal menuju Gunung Sitoli, Nias membludak karena menjelang Nataru.
Sebahagian besar mereka tidak tahu mendorong mereka datang ke Pelabuhan ini tanpa membawa tiket. Padahal pada bulan Oktober November 2022 aman-aman saja. Tapi ketika bulan Desember inilah terlihat penumpang begitu signifikan lonjakannya.
Menurutnya seharusnya operasi Nataru sejak tanggal 1 Desember sudah dilaksanakan, namun operasi baru sepekan ini. “Jadi selama Nataru kita membuka e-tiket itu pada saat keberangkatan untuk menghindari terjadinya pemborongan tiket. Nah tujuh hari sebelum Nataru keberangkatan sudah bisa pesan e-tiket.
Tapi, ketika Nataru ini kita tidak memberlakukan itu. Yakni seperti ketika malam ini berangkat tadi pagi jam 10 dibuka.
Terkait masa penjualan tiket manual hanya diberi durasi waktu 5 menit, Syahnan menjelaskan itu sah dan pasti karena sudah pas kuota e-tiket penjualan karena kapasitas penumpang KMP Mutiara Sibolga sebanyak 130 manifes.
Tapi pemesanan tiket yang masuk mencapai 500 penumpang karena online. Pada waktu yang bersamaan semuanya masuk tapi sistim secara otomatis mengunci ketika pada saat keberangkatan jadwal penumpang sebanyak 130 orang. Sehingga sebagian itulah penumpang tidak memahami dan tidak menerima meski sudah dijelaskan.
Jadi untuk menangani itu semua pihak petugas Kapal diberi dispensasi sesuai banyaknya Life Jacket untuk sebanyak 70 orang penumpang tambahan. Sehingga total penumpang semua selama Nataru 200 orang.
“Artinya tambahan penumpang dalam 70 orang tadi, diprioritaskan yang sudah bermalam di sini nah dan itu sudah didata oleh tim pelabuhan semalam,” jelasnya.
Dia juga menghimbau penumpang yang hendak berangkat ke Pulau Nias, Gunung Sitoli kalau sudah tidak bisa masuk sistem Pelabuhan Singkil, silahkan buka pelabuhan Sibolga dari pada menunggu disini tidak pasti.
Jadi dalam hal ini, selama menjelang Nataru KMP melayani penumpang tiap hari keberangkatan ke Gunung Sitoli harga tiket juga tidak naik.
Menjawab pertanyaan terkait bervariasinya harga tiket petugas yang menjual tetap harga yang sesuai, namun sama-sama kita maklumi kalo sudah memakai jasa calo sudah pasti harga tidak menentu.
“Makanya salah satu upaya kita menghindari harga tiket yang tak menentu pemerintah mendorong perusahaan, BUMN mepakuian penjualan e-tiket,” jelasnya.
Kemudian, tambahnya, akibat lonjakan penumpang kendaraan dan logistik juga dibatasi secara berlebihan.