ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon mengingatkan masyarakat agar perkembangan zaman tidak sampai menghilangkan identitas dan budaya Singkil yang menjadi bagian dari jati diri daerah.
Hal itu disampaikan Oyon saat membuka Pertunjukan dan Ekspose Dialog Budaya Singkil bertema “Ekspresi Budaya: Merawat Identitas, Menghidupkan Tradisi” di Aula Bappeda Aceh Singkil, Sabtu, 17 Oktober 2026.
“Budaya Singkil adalah akar jati diri masyarakat kita. Karena itu, bahasa, adat istiadat, seni, dan tradisi harus terus dirawat, dihidupkan, serta diwariskan kepada generasi penerus,” kata Oyon.
Baca Juga: Lomba Bertutur Tumbuhkan Budaya Minat Baca Siswa di Aceh Singkil
Ia mengatakan pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan tokoh adat, budayawan, lembaga pendidikan, seniman, pemerintah, dan generasi muda.
Oyon juga mengajak generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mencintai budaya daerah sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga warisan leluhur.
“Generasi muda adalah pewaris budaya masa depan. Pelajarilah tradisi kita, banggalah terhadap identitas daerah, dan jadilah generasi yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan budaya Singkil kepada dunia,” ujarnya.
Baca Juga: KAHMI Aceh Singkil Dorong Seminar Sejarah untuk Tetapkan Hari Jadi Singkel
Menurut Oyon, perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan dan memperkenalkan berbagai warisan budaya Singkil kepada masyarakat luas.
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Syam’un Nst., sejumlah tokoh adat dan pemerhati budaya, serta akademisi dan ahli Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Provinsi Aceh Dr. Muhajir Alfairusy.
Pertunjukan budaya turut menampilkan tarian dari sejumlah sanggar dan sekolah serta penampilan seni murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Singkil.
Oyon berharap kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk berekspresi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga budaya Singkil agar tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.

Komentar
Belum ada komentar.